AYO BACA : Ganjar Ungkap Banyak Warga Jateng di Jakarta Belum Dapat Bansos
AYO BACA : Tiga Daerah Berlakukan PSBB Maksimal
TASIKMALAYA, AYOJAKARTA.COM -- Jumlah Orang Dalam Pemantaun (ODP) Covid-19 terus bertambah di Kabupaten Tasikmalaya. Hingga Senin (13/4/2020), jumlah ODP mencapai 1.056 orang, 804 masih dalam pemantauan sementara sisanya 252 orang sudah selesai pemantauan.
Meski belum terdapat pasien positif, Jumlah pasien dalam pengawasan juga menembus angka 19 orang. Lima pasien masih dalam pengawasan di rumah Sakit.
"Jumlah ODP mencapai angka 1.056 orang, PDP 19 orang, pasien positif corona belum ada namun ada yang dilakukan tes swab hasilnya negatif 13 orang," ujar dr Heru Suharto, Juru Bicara Gugus Covid 19 Kabupaten Tasikmalaya.
Meskipun banyak ODP yang merupakan warga pemudik asal zona merah, justru ketersediaan alat rapid test sangat terbatas. Kabupaten Tasikmalaya hanya mendapat alokasi 200 alat saja. Adapun 20 buah disalurkan ke Rumah Sakit Umum Daerah SMC, serta sisanya di Puskesmas.
"Kita hanya dapat 200 buah alat dari Provinsi Jawa Barat, dikasihkan ke SMC 20 jd tinggal 180" ucap dr Adi Widodo, Kasie Kemedikaan RSUD SMC Tasikmalaya.
Alat rapid test sangat diperlukan rumah sakit rujukan Covid-19. Pasien PDP yang dalam perawatan dan kondisinya membaik harus jalani rapid test sebelum diperbolehkan pulang.
"Rapid test sangat diperlukan di rumah sakit, pasien PDP yang dalam perawatan beberapa hari di rumah sakit dan kondisinya sudah membaik atau sembuh sebelum dipulangkan di-rapid test dulu sambil menunggu hasil swab keluar. Kalau rapid test negatif, kita berani mulangin pasien yang secara klinis sudah membaik,” tambah Adi. (Irpan Wahab Muslim)
AYO BACA : WNI di Luar Negeri: 366 Positif Covid-19, 55 Sembuh