Nasional

Sri Mulyani Catat APBN Alami Defisit hingga Rp309,2 Triliun per Oktober 2024: Bisa Berikan Dampak Baik untuk Perekonomian?

Oleh: Asti Aureli Septania Sabtu 09 Nov 2024, 21:25 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani mencatat, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) defisit Rp309,2 triliun per Oktober 2024.

AYOJAKARTA.COM -- Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia mengalami defisit sebesar Rp309,2 triliun per Oktober 2024.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mencatat, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) defisit Rp309,2 triliun per Oktober 2024.

Sri Mulyani mengungkapkan, defisit per 31 Oktober 2024 ini terjadi imbas dari jumlah anggaran belanja negara yang mencapai Rp2.556,7 triliun.

Baca Juga: Lengkap! Ini Susunan Menteri Kabinet Merah Putih 2024-2029, Ada Erick Thohir, Sri Mulyani hingga Airlangga Hartarto

Selain itu, Sri Mulyani mencatat bahwa negara sudah membelanjakan 76,9 persen uangnya dari pagu anggaran APBN 2024.

“Belanja Negara APBN telah membelanjakan Rp2.556,7 triliun, artinya 76,9% dari Pagu anggaran di APBN 2024 telah dibelanjakan,” ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani yang dikutip oleh ayojakarta.com dari Youtube Kompas TV pada Sabtu, 9 November 2024.

Menurut Sri Mulyani, defisit ini terjadi karena belanja negara mencapai angka Rp2.556,7 triliun, atau tumbuh 14,1 persen dibandingkan Oktober tahun 2023 sebelumnya.

Baca Juga: MOHON MAAF! Tidak Semua Bansos Lanjut Usai Jokowi Lengser, Sri Mulyani Beri BOCORAN Bantuan yang Cair di Era Pemerintahan Prabowo Subianto

Sementara penerimaan negara tercatat sebesar Rp2.247,5 triliun, atau sekitar 80,2 persen dari target yang telah ditetapkan.

Namun, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa defisit ini masih dalam batas wajar yang terkendali, mengingat pagu defisit APBN 2024 ditetapkan sebesar 2,29% dari PDB.

“Kalau dilihat dari pertumbuhan belanja negara di 2024, ini sangat tinggi sebetulnya dibandingkan tahun sebelumnya hanya 14,1% ,” jelanya.

Sri Mulyani menegaskan bahwa pertumbuhan belanja negara yang tinggi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian. Meskipun, lanjut dia, perlu diwaspadai agar tidak mengganggu stabilitas fiskal dalam jangka panjang.

Baca Juga: Sri Mulyani Pastikan 5 Bansos Ini Tetap Cair di Masa Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran, Apa Saja?

“Ini memberikan dampak perekonomian yang cukup baik di mana defisit sampai dengan akhir Oktober tercatat 309,2 triliun atau kalau dalam GDP -1,37 persen terhadap PDB atau produk domestik bruto atau gross domestic,” tambahnya.

Meskipun ada defisit, Sri Mulyani menilai, keseimbangan primer masih menunjukkan surplus sebesar Rp97,1 triliun, yang menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan negara tetap positif.

Sri Mulyani menuturkan bahwa masih lebih kecil dibandingkan dengan Pagu defisit APBN 2024 yang telah ditetapkan oleh Kemenkeu bersama dengan DPR.

Baca Juga: Imbas Diretas Hacker, Sri Mulyani Gelontorkan Anggaran untuk Kominfo, Termasuk Rp700 M untuk PDN, Ini Rinciannya

Defisit APBN ini masih kecil dan aman karena kurang dari nilai ditetapkan dalam undang-undang defisit yaitu dengan 2,29 persen dari PDB.***

Reporter Asti Aureli Septania
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil