Nasional

Sehat, Menkeu Sri Mulyani Pastikan Tetap Jalnakan Tugas

Oleh: Admin Minggu 15 Mar 2020, 19:41 WIB
instagram: @smindrawati

AYO BACA : Isu Virus Corona Melonjak dan Masyarakat Harus Bersatu

AYO BACA : Jangan Remehkan Kearifkan Nusantara

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengumumkan dirinya dalam kondisi sehat dan tetap akan menjalankan tugasnya. Melalui video yang ia unggah dalam instagram pribadinya @smindrawati, ia menjalankan rapat bersama starfnya dari jarak jauh melui sambungan video dan maish efektif.
 
"Beberapa pihak bertanya mengenai kondisi kesehatan saya dengan merebaknya virus Corona (Covid-19). Saya, Alhamdulillah tetap sehat dan terus melakukan tugas sebagai Menkeu secara penuh," tulis Sri dalam postingannya, Minggu (15/3/2020).
 
Beberapa keputusan penting yang sudah dibuat Kemenkeu dalam situasi genting ini adalah penerbitan Surat Edaran bagi Kementerian/ Lembaga agar mereka mampu melakukan relokasi dan reprogramming anggaran untuk penanganan masalah Covid-19.
 
"Semua menteri harus memfokuskan belanja untuk mencegah dan menangani dampak penyebaran virus corona," tulis Sri.
 
Selain itu, Kemenkeu juga menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) utnuk memberikan landasan hukum bagi pemerintah daerah dalam melakukan penyesuaian penggunaan anggaran transfer ke daerah bagi penanganan pencegahan dan mengurangi dampak penyebaran Covid-19.
 
Pedoman Business Continuation Process (BCP) Kemenkeu turut diterbitkan. BCP merupakan pedoman kerja dan jam kerja, termasuk working from home (bekerja dair rumah) bagi jajaran Kemenkeu dalam menghadapi situasi merebaknya Covid-19.
 
Waktu penyerahan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan pun diperpanjang dari akhir Maret menjadi April. Kemenkeu juga meminta kepada Wajib Pajak (WP) untuk melakukan penyerahan secara online atau melalui kantor pos dan tidak melakukan pelayanan tatap langsung untuk menghindari penyebaran Covid-19.
 
Terakhir, Sri mengatakan, pihaknya terus mengantisipasi dampak Covid-19 pada masyarakat, ekonomi dan APBN. "Serta mengelola dampak negatif secara prudent dan efektif," tutur mantan direktur pelaksana Bank Dunia ini. 

AYO BACA : Pangkogabwilhan I: 188 WNI eks ABK World Dream Siap Dipulangkan

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati