JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia terus bertambah drastis dalam hitungan hari.
Kemarin, Jubir Pemerintah Pusat untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, menyebut pasien positif virus corona mencapai 69 orang. Jumlah itu melonjak dua kali lipat dari dua hari sebelumnya yaitu 34 pasien.
Berkaitan itu, desakan publik agar pemerintah pusat dan daerah bertindak lebih tegas dan ketat pun semakin kuat. Ada yang merujuk kepada negara-negara lain, seperti Italia, Denmark dan Iran, dengan lonjakan jumlah pasien yang juga drastis dalam hitungan hari.
Namun, kemarin, Presiden Joko Widodo mengaku belum terpikir untuk mendeklarasikan lockdown atau isolasi wilayah di Indonesia terkait wabah virus corona.
Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, yang selalu berusaha terlihat santai menghadapi wabah COVID-19, juga telah menjelaskan tak ada opsi lockdown.
Sedangkan di Solo, Jawa Tengah, Wali Kota FX Hadi Rudyatmo menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) virus corona, kemarin.
Status KLB itu untuk merespons berita seorang pasien yang dirawat di RS Moewardi meninggal dunia karena virus corona.
"Mau dikatakan lockdown boleh. Jika salah, mending saya disalahkan orang waras, daripada disalahkan orang sakit," ucap dia.
Pagi ini, seruan untuk melakukan lockdown berkumandang dari jagat Twitter Indonesia.
Tweet dengan embel-embel #LockDownIndonesia sudah mencapai 23.300 tweets saat berita ini dilaporkan. Sedangkan #COVID19indonesia mencapai 2.492 tweet.