JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Konsolidasi terus dilakukan pengurus pusat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).
Usai rangkaian pertemuan dengan Dewan Pers dalam dua hari kemarin, pengurus SMSI melanjutkan konsultasi dengan Dewan Penasihat SMSI di Trans Corp Tower, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan.
Dalam konsultasi tersebut Ketua Umum SMSI, Firdaus diterima oleh Sekretaris Dewan Penasihat, Abdul Aziz, dan anggota Dewan Penasihat, Ervik Ari Susanto.
Hadir juga Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri, Delianur, dan Ketua Bidang Pendataan dan Verifikasi, Wilson Lumi.
Dalam perbincangan hangat itu, Ketum SMSI menjelaskan banyak hal tentang konsolidasi organisasi yang sudah dilakukan dan rencana program yang tahap awalnya sudah dimulai.
Menurut Firdaus, Dewan Pengurus SMSI Pusat tidak hanya ingin membuat SMSI solid sebagai sebuah organisasi tetapi juga juga melakukan berbagai macam perbaikan dalam aktivitas bisnis dan jurnalistiknya.
"Pendidikan dan pelatihan, mesti menjadi sebuah aktivitas yang melekat bagi SMSI. Kami tidak ingin menggurui teman-teman SMSI di daerah tentang cara membuat media di era digital. Tapi kami ingin sama-sama belajar dengan teman-teman SMSI di daerah dalam mengembangkan bisnis dan good journalism," kata Firdaus.
AYO BACA : SMSI Temui Lagi Dewan Pers, Firdaus: Kami Sampaikan Data Termutakhir
Sementara Delianur mengatakan, ketika kemajuan zaman bergerak makin cepat maka pers harus mengerti perubahan dan memprediksi arahnya. Selain itu, mesti mengerti apa yang harus dilakukan di tengah perubahan yang drastis sekarang. Terlebih, perubahan aktivitas jurnalistik di era Industri 4.0 dan Society 5.0.
"Tantangan media siber ke depan makin kompleks. Banyak masalah baru yang harus dijawab juga dengan cara baru. Kita harus menghindarkan diri menjawab permasalahan baru dengan cara lama," ucap Delianur.
Abdul Aziz selaku Sekeretaris Dewan Penasihat, menyatakan, anggota SMSI harus mulai bisa merumuskan model bisnis dari media yang dikelolanya.
"Merumuskan model bisnis media menjadi sangat penting. Karena model bisnis itulah yang akan menjadi guidance insan media dalam menjalankan aktivitasnya," ujar Dirut Detik Network ini.
Abdul Aziz mengingatkan, jika ada panduan maka kerja SMSI menjadi sangat jelas dan terukur.
"Tapi harus diingat, guidance itu mesti adaptif terhadap perubahan dan kondisi. Dulu guidance berubah setiap 5 tahun, selanjutnya tiap 3 tahun, lalu tiap setahun. Sekarang perubahannya bisa tiap 6 bulan dan bahkan setiap saat," terangnya.
Abdul Aziz juga menegaskan komitmennya untuk bersama-sama membangun SMSI di seluruh wilayah Indonesia.
AYO BACA : SMSI: Pemerintah Perlu Segera Membuat Crisis Center Pengendalian Virus Corona