Nasional

Dompet Dhuafa Gandeng Shopee dan Masyarakat Perbaiki Jembatan Gantung di Lebak Banten

Oleh: Admin Rabu 11 Mar 2020, 21:45 WIB
dok Dompet Dhuafa

AYO BACA : Sosok Sofyan Hadi di Mata Asisten Pelatih Persija

AYO BACA : Wapres Sebut Defisit BPJS Kesehatan akan Semakin Bengkak

BANTEN, AYOJAKARTA.COM -- Dompet Dhuafa bekerja sama dengan Shopee dan masyarakat Desa Calungbungur, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, memperbaiki jembatan gantung sepanjang 120 meter yang rusak akibat banjir bandang 1 januari lalu.
 
Tim Response and Recovery DMC Dompet Dhuafa, Eka Suandi mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan tersebut dilakukan sejak 7 Maret 2020 dan ditargetkan selesai dalam waktu seminggu.
 
"Pembangunan jembatan ini telah kita mulai sejak 7 Maret lalu, total ada 14 orang dari kami, dan masyarakat desa. Jika tidak ada hambatan, mungkin dapat selesai dalam seminggu," ujarnya kepada Ayojakarta.com, Rabu (11/3/2020).
 
Eka juga menuturkan kesulitan dalam memperbaiki jembatan gantung sepanjang 120 meter itu. Menurutnya, faktor cuaca sangat mempengaruhi proses perbaikan jembatan gantung tersebut.
 
"Ya jembatan ini sangat lebar, bahkan panjangnya mencapai 120 meter, agak sulit memasang kabel sling yang panjang. Selain itu, cuaca juga menjadi tantangan, ketika hujan khawatir ada banjir bandang lagi jadi setiap hujan kita berhenti kerja," ujarnya.
 
Selain itu, Eka juga mengaku sangat terbantu saat memperbaiki jembatan tersebut, pasalnya, warga sekitar juga ikut bergotong royong untuk ikut memperbaiki akses utama yang menghubungkan 2 wilayah di Desa Calungbungur, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten itu.
 
"Warga disini sangat membantu, karena mereka ingin jembatan ini dapat segera selesai diperbaiki dan dapat segera digunakan," katanya.
 
Sebelumnya, warga Desa Calungbungur, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten sangat kesulitan untuk beraktifitas usai jembatan gantung tersebut putus pasca diterjang banjir bandang.
 
Warga harus berputar sejauh 3-5 km dengan jarak tempuh 30-45 menit untuk dapat keluar dari desa dan melakukan aktifitasnya. Bahkan sejumlah warga memilih menggunakan rakit dan perahu karet untuk menyeberangi Sungai Ciberang.

AYO BACA : Mengatasi PCOS Selama Kehamilan

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati