Nasional

Dirut Bulog: Jangan Panic Buying, Stok Beras Aman

Oleh: Admin Selasa 03 Mar 2020, 14:30 WIB
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (kanan) didampingi Kepala Bulog Divre Jawa Barat, Benhur Nkaimi (kiri) saat sidak ketersediaan beras di Gudang Bulog Cisaranten Kidul Sub Divre Bandung, Jalan Gedebage, Kota Bandung, Selasa (3/3/2020). Dalam sidak tersebut, Perum Bulog menyediakan 1,7 juta ton untuk ketersediaan beras jelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2020. (Ayobandung.com/Kavi Faza)

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso meminta masyarakat tidak perlu panic buying pascatemuan kasus pertama virus korona (COVID-19) di Indonesia. Menurutnya, stok kebutuhan bahan pokok terutama beras aman.

\"Tidak usah panik dan khawatir soal bahan makanan kita, tidak usah menimbun tidak ada gunanya,\" ujar Budi Waseso yang karib disapa Buwas, di Gudang Bulog Gedebage, Kota Bandung, Selasa (3/3/2020).

AYO BACA : Polisi Berjaga di Pusat Perbelanjaan

Dia menyebutkan pihaknya bersama BUMN terkait telah menyusun sejumlah langkah apabila terjadi kelangkaan bahan pokok di tengah masyarakat.

\"Bulog sudah antisiapsi itu dengan BUMN pangan, minyak, daging, gula dan lain-lain nanti BUMN pangan. Bulog buat E-Commers jadi gak usah panik, sudah siap antar sampai rumah lebih aman dijamin barang kualitas baik,\" katanya.

AYO BACA : Manajer Amigos Kemang Ragu Restonya Terpapar Virus Corona: Silakan dari Dinkes ke Sini

Dia menyebutkan stok beras di gudang Bulog dalam kondisi aman sehingga dapat memenuhi permintaan masyarakat. Dalam dua bulan ke depan, wilayah penghasil beras akan memasuki panen raya.

\"Target seluruh Indonesia yang produksi beras 1,7 juta. Kalau sampe dua bulan ke belakang bisa habiskan 500 ribu ton laku maka sisa 1,2 juta. Kita menyerap 1,7 juta artinya hampir 3 juta,\" ucapnya.

Sementara itu, Kepala Divre Bulog Jawa Barat, Benhur Ngkaimi menyebutkan stok beras yang ada di gudang Bulog Jawa Barat saat ini mencapai 216 ribu ton. Jumlah tersebut aman untuk memenuhi permintaan beras Jawa Barat sampai tahun depan.

\"Dalam satu tahun beras di Jawa Barat hanya 100 ribu ton, kalau 216 ribu ton cadangan beras pemerintah masih lebih,\" tuturnya. (Faqih Rohman Syafei)

AYO BACA : Transjakarta Melakukan Upaya Preventif Penyebaran Virus Corona

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono