AYO BACA : 10 Tips Aman Berkendaraan Motor Saat Hujan, Poin 2 Sering Diabaikan
AYO BACA : IHSG Rontok 7,3 % Gara-gara Corona dalam Sepekan, Resesi Global?
JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Sebanyak 238 Warga Negara Indonesia (WNI) yang pernah dikarantina di Natuna Kepulauan Riau ternyata tidak menjalani pemeriksaan virus korona. Alasannya, alat tes tersebut mahal.
Dialihbahasakan dari The Economist, Minggu (1/3/2020), para WNI yang telah dievakuasi dari Wuhan menjalani karantina di Natuna selama dua pekan. Selama itu pula mereka tidak dites virus korona.
Kementerian Kesehatan berdalih pengujian tidak dilakukan lantaran harga alat pengujian yang mahal. Untuk reagen ditaksir dengan harga kisaran Rp 1 miliar.
Alasan lainnya pengujian tidak dilakukan lantaran para WNI dinilai dalam kondisi sehat. Sehigga, menurut SOP yang ada tidak perlu dilakukan pemeriksaan virus korona.
Diektur Biologi Molekuler Eijkman Institut, Amin Soebandrio menyatakan, Indonesia mampu mendeteksi siapapun yang terinfeksi virus mematikan tersebut.
Namun, tak adanya satupun laporan kasus virus korona di Indonesia membuat dunia bertanya-tanya. Pasalnya, Indonesia merupakan negara berpenghuni 267 juta jiwa dengan angka kunjungan wisatawan asal Tiongok sebanyak dua juta orang sepanjang tahun.
Profesor epidemiologi asal Universitas Harvard, Marc Lipsitch menduga, ada lebih banyak kasus infeksi virus korona daripada yang telah dilaporkan. Ia meminta agar negara yang dilalui wisatawan asal Tiongkok meningkatkan kewaspadaan.
"Setiap negara yang melakukan perjalanan bolak balik Tiongkok dan belum menemukan kasus harus menjadi perhatian," katanya.
Sebelumnya, Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, juga mempertanyakan klaim mengenai virus korona (Covid-19) yang sampai sekarang belum terindentifikasi di Indonesia. Morrison mengisyaratkan keraguan atas klaim tersebut.
AYO BACA : Sudah Dihapus, Twit Fahira Jadi Trending Dihujat Warganet