SURABAYA, AYOJAKARTA.COM -- Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo Billy Mambrasar mengutarakan, 10 persen dari jumlah pengangguran Indonesia adalah sarjana yang menyandang gelar pendidikan dari perguruan tinggi, baik nasional maupun dari luar negeri.
Menurut Billy ada yang salah dari pola pikir selama ini dalam menjalani studi. Karena itu dia berharap kepada kaum terpelajar supaya tetap mengubah cara berpikir. Billy mencontohkan, Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nadiem Makarim yang mampu membuat gebrakan di Indonesia.
“Saat ini, sumber daya manusia yang mampu untuk mengelola koperasi atau UKM sangat minim. Begitu juga indeks entrepreneurship (berusaha) Indonesia masih sangat rendah dibanding dengan negara-negara lainnya,” kata Billy dalam diskusi bertajuk Wirausaha untuk Generasi Milenial Menjemput Puncak Bonus Demografi 2030, pada Rapat Kerja Nasional Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) baru-baru ini di Surabaya, Jawa Timur.
Dia menegaskan, perubahan dilakukan oleh kaum muda. Karena itu kaum milenial juga harus bawa perubahan. “Anak muda harus Baper (bawa perubahan), apalagi yang ada di provinsi kepulauan. Harus memikirkan bagaimana membuat perubahan di lingkungan, dan juga anak muda gereja, tidak boleh hanya memikirkan antara surga dan neraka. Tetapi harus memikirkan pengembangan ekonomi jemaat,” ucap Billy.
Dia mengatakan, anak muda Indonesia banyak berpikir bahwa generasi milenial itu adalah anak muda yang duduk di depan laptop dan membuat startup. Padahal, lanjut Billy, sebenarnya bukan hanya itu. Generasi milenial adalah orang-orang yang mampu meningkatkan taraf pendidikan, kemampuan Bahasa Inggris, ataupun kemampuan keilmuan lainnya.
Menurutnya, saat ini Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang tangguh dan go-global.
“Jangan hanya berpikir ingin jadi PNS atau pegawai kerja lainnya. Anak muda harus terus memperbaiki dan upgrade keilmuan. Dari semua itu, yang paling utama adalah mengubah mindset atau pola pikir,” terang Billy yang juga merupakan Ketua DPP GAMKI yang membidangi Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital.