NATUNA, AYOJAKARTA.COM -- Polda Kepulauan Riau (Kepri) memberangkatkan 117 personel Brimob ke Kabupaten Natuna untuk mengawal proses observasi 242 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Provinsi Hubei, China.
"117 personil ini dari Satuan Brimbol Polda Kepri yang bertugas memberikan penebalan dan back up pengamanan maupun melakukan kegiatan-kegiatan kepolisian lainnya baik yang bersifat preventif ataupun berdialog dengan warga masyarakat," kata kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt dalam wawancara dengan stasiun TVRI, seperti terpantau Ayojakarta, Minggu (2/2/2020).
Ratusan Satuan Brimob Polda Kepri itu akan berada selama 14 hari ke depan hingga proses observasi yang dilakukan pemerintah selesai.
Terkait penolakan warga Natuna atas kehadiran para WNI dari Wuhan, Harry mengatakan, upaya dialog akan terus dikedepankan dan memberikan pemahaman bahwa pemerintah sudah merencanakan dan memperhitungkan secara matang terkait pemilihan wilayah itu sebagai tempat observasi.
Pemerintah juga sudah mempertimbangkan SOP dalam penanganannya, termasuk juga menggunakan SOP dari WHO.
"Proses dialog masih terus berjalan, bahkan sejak kemarin sore, tadi malam kita terus memberikan pemahaman, penjelasan bagaimana itu virus corona, mengenai gejala klinisnya," ujar Harry.
Harry meyakinkan ratusan WNI yang dijemput dari Wuhan dalam kondisi sehat. Kemudian ketika mereka tiba di Bandara Hang Nadim, Batam langsugn dilakujan pemeriksaan kesehatan sebelum diberangkatkan ke Pulau Natuna.
"Mari kita juga membantu saudara-saudara kita yang notabene, warga ngara kita sendiri dan memberikan kepercayaan penuh kepada pemerintah dalam melakukan langkah-langkah yang hari ini sedang berlangsung," imbaunya.
Selain memberangkatkan personil Brimob, kata Harry, Polda Kepri juga membantu tim dokter dan psikiater yang sudah berada di sana.