JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Korps Marinir TNI AL terlibat dalam penanganan ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang dipulangkan dari Wuhan, China, akibat wabah virus Corona.
Marinir mengirim Satuan Tugas (Satgas) yang dinamakan Satgas Kemanusiaan Natuna.
Ratusan WNI di Wuhan dievakuasi menggunakan pesawat Batik Air sewaan Pemerintah Indonesia. Sudah dipastikan, setiba di Indonesia mereka akan mendarat di Bandara Raden Sadjad, Ranai, Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau, setelah transit di Bandara Hang Nadim, Batam.
Berdasarkan siaran pers yang diterima hari ini, Satgas tersebut terdiri dari prajurit satuan Kesehatan, Komlek (Komunikasi dan Elektronika), Polisi Militer, dan Bekpal (Perbekalan dan Perlengkapan) Korps Marinir. Satgas itu dipimpin oleh dokter yang berdinas di Marinir yaitu Lettu Laut dr Trisno Hendarsyah dan Lettu Laut dr Nicolas.
"Kalian sudah mendapatkan pelatihan dan ada peralatan yang kita miliki guna menangani saudara-saudara kita yang dievakuasi dari Wuhan, China, ke Natuna," kata Dankormar, Mayjen TNI (Mar) Suhartono.
Suhartono mengatakan, para prajurit Marinir bukan hanya ahli dalam peperangan tapi juga harus mampu menjalankan tugas kemanusiaan.
Dankormar meminta agar Satgas Kemanusiaan melakukan semua prosedur pengamanan terhadap bahaya penyakit menular.
"Kita juga sudah punya 50 set alat pelindung diri yang akan kalian pergunakan dan ini juga sudah punya kemampuan CBRN (pertahanan kimia, biologis, radiologis, dan nuklir)," tegas mantan Komandan Paspampres itu.