Nasional

WNI dari China akan Dikarantina, Menkes: Jangan Khawatir, Pasti Nyaman

Oleh: Admin Jumat 31 Jan 2020, 12:23 WIB
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (Kementerian Kesehatan RI )

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memastikan para WNI setiba dari Wuhan, China akan menjalani proses karantina di tanah air.

"Harus, karantina itu merupakan perintah WHO, dua minggu. Dua minggu nggak usah khawatir, pasti nyaman nanti. Soal itu, nanti teknis kita bicarakan yang paling nyaman, tidak menimbulkan kekhawatiran keluarga, dan tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat," ujar Menkes Terawan di Jakarta Pusat, Kamis (30/1/2020).

Menkes menjelaskan, karantina tidak harus selalu di rumah sakit karna bukan diisolasi. Pemerintah akan mementingkan faktor kenyamanan para WNI yang baru pulang ini. Terpenting, kata Menkes, harus tetap dalam pemantauan untuk mengamati ada tidaknya gejala.

"Kamu enak tinggal di mana? Kamu pengen tinggal di rumah sakit atau gimana?," tutur Menkes Tewrawan mengumpamakan tempat tinggal untuk WNI yang akan dievakuasi.

Jika pun harus di rumah sakit, kata pemilik Terawan Theory itu, 100 rumah sakit yang ada di Indonesia sudah siap dengan fasilitas dan peralatan medis yang mumpuni untuk merawat mereka yang pulang dari China.

Khususnya di Jakarta, setidaknya ada tiga rumah sakit yang akan menangani langsung. Begitu juga dengan kesiapan dokter dan tenaga medis dipastikan aman dan terkendali.

"100 rumah sakit sudah siap. Rumah sakit rujukan sudah ada tiga, RSPI Sulianti Saroso, RS Persahabatan, dan RSPAD Gatot Soebroto. Di situ lengkap sekali termasuk alat atau ICU tekanan negatif ada disitu," terangnya.

"Tenaga medis siap terus, selalu siap. Ya kita kolaborasi sipil militer itu membuat kita kuat. Karena apa, karena kita tidak melakukan split (perbedaan) ini militer. Tidak, kita menghadapi ancaman yang sama. Jadi ini namanya sipil militer collaboration," lanjutnya.

Hingga saat ini Menkes Terawan memastikan Indonesia aman dan tidak ada satu pun dinyatakan positif corona. Artinya Indonesia berstatus zero virus corona.

"Jadi yang penting buktinya apa? Buktinya memang negatif. Kalau positif ya saya katakan positif, kalau negatif saya mau ngomong apa?" imbuhnya.

"Karena doa kalian, kita semua berdoa dan menjaga imunitas sehingga itu yang sangat penting. Pesan saya, jaga imunitas tubuh kita ya, makan yang cukup gizinya, lakukan gerakan masyarakat hidup sehat, cukup begerak 30 menit, pikiran juga harus nyaman," tutupnya.

Reporter Admin
Editor Widya Victoria