Nasional

PKS: Pelanggaran China di Natuna Jangan Ditutupi Eufemisme

Oleh: Admin Selasa 21 Jan 2020, 08:15 WIB
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman (Humas DPP PKS)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman menerangkan, tuntutan rakyat terhadap pemerintah untuk tegas soal Natuna bukan dimaksudkan mengajak perang.

Hal ini dikemukakan Sohibul dalam acara 'Ngopi Bareng Presiden PKS' di MD Building, Senin (20/01/2020).

"Sebetulnya yang diinginkan rakyat Indonesia termasuk juga oleh PKS jangan kemudian ditafsirkan terlalu jauh seolah tuntutan pemerintah untuk tegas itu ngajak perang. Dalam kamusnya bersikap tegas equal dengan ngajak perang itu penafsiran yang childish," tegas Sohibul.

Dia menjelaskan bahwa tegas bukan berarti harus berperang, namun di sini adalah pemerintah diminta untuk mengambil sikap serta respons yang proporsional.

"Ketika itu sebuah pelanggaran katakan itu sebuah pelanggaran. Tidak usah dibungkus dengan eufemisme dia adalah kawan. Ini yang kita tuntut, kita harapkan," ujar Sohibul.

Karena eufemisme, lanjut dia, akan memunculkan persepsi dari bangsa lain betapa Indonesia ini sangat lemah dan didominasi oleh bangsa-bangsa lain.

Sohibul menyampaikan PKS berpegang pada adagium 'seribu kawan tidak cukup satu lawan kebanyakan' namun pemerintah tetap harus punya sikap terhadap kawan yang melakukan pelanggaran itu.

"Masalahnya ketika diantara seribu kawan ini ada satu kawan yang melakukan pelanggaran terhadap tata krama pergaulan internasional, tentu kita harus punya sikap terhadap pelanggaran yang dilakukan," ucap Sohibul.

Reporter Admin
Editor Widya Victoria