JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- MPR RI menggagas pembentukan Majelis Syuro (MPR) Sedunia yang diharapkan bisa terwujud dalam tahun ini.
Selain untuk memperkuat fungsi diplomasi, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo mengatakan, pembentukan Majelis Syuro Sedunia sebagai pengejawantahan salah satu tujuan bernegara dan berbangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945), yakni melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Bambang menceritakan, dalam kunjungan kerja pimpinan MPR RI ke Arab Saudi dan Maroko pada akhir Desember 2019, Raja Arab Saudi King Salman bin Abdulaziz al-Saud serta Ketua Majelis Syuro Arab Saudi Mr. Abdullah Bin Muhammad Al Ash-Sheikh mendukung gagasan yang ditawarkan itu. Begitupun saat bertemu Ketua Parlemen Maroko Mr. Hakim Benchamach yang menyatakan dukungannya.
Bahkan, parlemen Arab Saudi dan Maroko akan membantu MPR RI menyosialisasikan sekaligus mengajak Majelis Syuro dari berbagai negara untuk ikut terlibat.
Mantan Ketua DPR ini menuturkan, agar pembentukan Majelis Syuro Sedunia bisa segera terwujud, pimpinan MPR akan segera menjalin komunikasi dengan Majelis Syuro dari berbagai negara lainnya. Dimulai dari parlemen anggota Organisasi Kerjasama Islam/OKI (Organisation of Islamic Cooperation/OIC) yang punya hubungan erat dengan Indonesia.
"Parlemen yang tergabung dalam OKI/OIC memang sudah mempunyai organisasi keparlemenan tersendiri, yakni The Parliamentary Union of the OIC Member States ( PUIC) yang berfokus pada pengenalan dan penyebaran ajaran Islam serta peningkatan kerjasama antara negara anggota PUIC," imbuhnya.
Sedangkan kehadiran Majelis Syuro Sedunia, menurut Bambang, cakupannya akan lebih banyak bergerak ke peningkatan kerjasama di berbagai bidang sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Khususnya dalam mewujudkan dunia yang lebih toleran, adil, dan beradab.