Nasional

Masih Kurang 1,5 Juta Guru Secara Nasional

Oleh: Admin Rabu 08 Jan 2020, 08:39 WIB
Wakil Ketua Komisi X DPR, Abdul Fikri Faqih (berpeci) berbicara dalam diskusi pendidikan yang digelar Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota dan Kabupaten Tegal, (Senin, 6/1/2020).

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Pengelola sekolah swasta jangan pernah berhenti untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan. 

“Saya paham betul kompleksitas persoalan sekolah swasta. Namun, tidak boleh menyurutkan langkah perbaikan, buktikan bahwa sekolah swasta bisa lebih unggul dan diperhitungkan,” ujar Wakil Ketua Komisi X DPR, Abdul Fikri Faqih dalam keterangannya di Jakarta. 

Anggota dewan yang pernah menjabat sebagai kepala sekolah sebuah sekolah swasta itu juga menyoroti mudahnya akses mendirikan sekolah sehingga mengancam keberadaan sekolah swasta yang ada. Fikri menyampaikan, perubahan pendidikan memang terjadi begitu cepat. Ia mendorong agar penyelenggara sekolah harus siap dengan segala perubahan yang mungkin terjadi. Salah satunya, menurut dia, dengan meningkatkan kualitas guru. 

"Kualitas SDM menjadi kunci bagi pendidikan," anggota Fraksi PKS ini menekankan.  

Meski memiliki peran yang sangat vital, Fikri tidak menyangkal persoalan guru di tanah air masih banyak. Terlebih guru sekolah swasta. Ia menyebutkan persoalan tersebut tidak hanya soal kesejahteraan guru yang masih kurang. Di daerah, banyak guru swasta yang hanya memperoleh gaji ratusan ribu rupiah. Selain persoalan kesejahteraan tersebut, jumlah guru secara kuantitas masih kurang memadai. 

“Saat ini secara nasional jumlah guru masih kurang 1,5 juta guru,” ujarnya. 

Reporter Admin
Editor Widya Victoria