Nasional

Update BPBD: 9 Korban Meninggal Tertimbun Longsor di Lebak

Oleh: Admin Minggu 05 Jan 2020, 15:27 WIB
Kondisi pasca-banjir bandang di Desa Sajira, Lebak, Banten, Rabu (1/1/2020). (Antara Foto/Muhammad Bagus Khoirunas)

LEBAK, AYOJAKARTA.COM -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mencatat data terbaru korban meninggal mencapai sembilan orang. Sementara satu orang belum ditemukan jasadnya.

Masyarakat yang menjadi korban meninggal dunia itu akibat tertimbun tanah longsor juga terseret air bah banjir bandang. Korban bencana alam itu sebagian warga Kecamatan Lebak Gedong, karena lokasi berada di kaki gunung Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

"Sebelumnya terdata delapan warga yang meninggal dunia itu," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak, Kaprawi, Minggu (5/1/2020).

Kesembilan warga korban meninggal dunia itu antara lain Udin (50), Tini (40), Arsah (56), Diva (8), Encih (30), Setiana (12), Enon (4), Fahmi (3) dan Nana Suryana (40). Satu orang lagi belum ditemukan atas nama Rizky (8).

Dari sembilan korban jiwa itu, kata dia, kebanyakan tertimbun lumpur akibat material bebatuan dan lumpur yang keluar dari eks tambang yang pecah. Di wilayah Kecamatan Lebak Gedong banyak terdapat penambang emas tanpa izin (liar).

"Kami mengapresiasi tim evakuasi yang melibatkan TNI, Basarnas, Polri dan relawan berhasil menemukan warga korban yang meninggal dunia itu," katanya.

Sementara itu, Munasih, seorang warga Desa Banjasari Kecamatan Lebak Gedong mengatakan bahwa bencana banjir bandang dan tanah longsor itu begitu dahsyat. Ia mendengar suara keras serta bergemuruh mendadak air air keluar dari dalam tanah.

"Kami beruntung selamat ketika mendengar gemuruh air dan langsung berlari untuk berlindung di masjid setempat," katanya.

TAGS:
Reporter Admin
Editor Widya Victoria