JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Aksi teror, intoleransi, dan intimidasi masih menjadi catatan khusus di penghujung tahun 2019 ini.
Analis intelijen dan keamanan, Stanislaus Riyanta mengatakan, apapun dalilnya, di Indonesia faktanya masih ada orang yang tidak bisa menjalankan ibadahnya karena mendapat tekanan pihak lain.
"Peristiwa seperti di Kabupaten Dharmasraya dan Sijunjung, Sumatera Barat menjadi catatan buruk bagi kehidupan beragama dan HAM di Indonesia," ujarnya kepada wartawan, Senin (23/12/2019).
Menurut dia, ketegasan pemerintah dalam menangani kasus seperti ini sangat dinantikan. Pemerintah harus menjamin setiap warga negaranya menjalankan ibadahnya masing-masing.
Selain beribadah merupakan hak asasi manusia (HAM) juga tidak boleh ada kekuatan yang melebihi negara.
"Upaya terbaik dari aparat keamanan, untuk menjaga situasi keamanan pada Natal kali ini tidak boleh ternodai oleh kelompok intoleran yang semena-mena terhadap umat beragama lain," tandasnya.