Nasional

Penasaran Lihat Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019, Perhatikan Caranya

Oleh: Admin Minggu 22 Des 2019, 11:24 WIB
Ilustrasi gerhana matahari/d.ibtimes.co.uk

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Empat hari lagi beberapa wilayah di Indonesia akan bisa menyaksikan Gerhana Matahari Cincin (GMC).

Informasi yang dibagikan BMKG, GMC pada 26 Desember 2019 akan melintasi kota/kabupaten di tujuh provinsi di Indonesia yakni Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.

Diperkirakan waktu puncak gerhana paling awal terjadi pada pukul 11:55 WIB di Sinabang, Aceh dan berakhir di Tanjung Redeb, Kalimantan Timur pada pukul 14:10 WITA.

Dilansir dari laman gerhanaindonesia.id, untuk mengamati gerhana matahari cincin, perlu diperhatikan tidak boleh melihat ke arah Matahari dengan mata telanjang dan secara langsung, baik saat gerhana atau tidak.

Intensitas cahaya matahari yang sangat kuat dapat merusak mata dan menyebabkan kebutaan.

Berikut beberapa cara atau peralatan yang dapat digunakan untuk mengamati GMC dengan aman:

Kamera Pinhole (kamera lubang jarum)

Kamera lubang jarum atau pinhole dapat dibuat sendiri dengan bahan-bahan yang sederhana. Terdapat banyak tutorial dari internet untuk membuat kamera lubang jarum dengan berbagai variasi bentuk.

Kacamata Matahari

Kacamata Matahari bukanlah kacamata hitam biasa, melainkan kacamata dengan lensa khusus yang dirancang untuk menghalangi sebagian besar cahaya Matahari.

Binokular atau teleskop

Konsep dan prinsip penggunaan binokular sebenarnya sama dengan kamera lubang jarum. Perbedaannya adalah, citra Matahari diproyeksikan melalui lensa pembesar, bukan “lubang jarum”.

Penggunaan binokular atau teleskop akan dapat menghasilkan proyeksi gerhana yang lebih besar dan tajam dibanding kamera lubang jarum. Binokular dapat dipasangkan ke tripod agar dapat berdiri dengan stabil, lalu diarahkan ke Matahari.

Perlu diingat, jangan pernah melihat melalui eyepiece secara langsung, kecuali terpasang filter khusus Matahari di depan cermin atau lensa objektif

Kamera DSLR

Saat pengamatan, jangan langsung arahkan lensa kamera ke Matahari, karena dapat merusak sensor kamera. Gunakanlah filter khusus Matahari untuk mengurangi intensitas cahaya yang diterima kamera.

Untuk mendapatkan citra Matahari yang berukuran besar, gunakan lensa telephoto dengan panjang fokus 500-2.000 mm. Lensa standar 200 mm hanya akan menghasilkan citra Matahari yang berukuran kecil.

Sementara itu, untuk pengaturan awal, dapat menggunakan ISO 100, F/8,0 dan shutter speed 1/1.000. namun tentunya pengaturan ini dapat disesuaikan sesuai kebutuhan atau kondisi nantinya; intinya, gunakanlah ISO rendah dan shutter speed yang tinggi.
Untuk fokus, lebih baik atur secara manual, dan agar kamera stabil, gunakanlah tripod.

Apapun peralatan yang digunakan untuk melakukan pengamatan, perlu dicamkan untuk jangan pernah melihat ke arah Matahari secara langsung tanpa filter Matahari sebagai pengaman.

Reporter Admin
Editor Widya Victoria