Nasional

Rachmat Gobel Prediksi Indonesia Keluar dari Kelompok G-20

Oleh: Admin Senin 16 Des 2019, 08:29 WIB
Rachmat Gobel/Detik.com

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Wakil Ketua DPR bidang Industri dan Pembangunan Rachmat Gobel khawatir Indonesia menjadi negara konsumsi ketimbang menjadi negara industri yang tangguh.

"Struktur perekonomian nasional saat ini cenderung menjadikan Indonesia sebagai negara konsumsi," kata Rachmat Gobel di Jakarta, Minggu (15/12/2019).

Menurut dia, untuk menghadapi tantangan ke depan yang semakin berat, kebijakan pembangunan dan perekonomian nasional harus mengarah pada upaya menjadikan Indonesia negara produsen. Karena itu, kata dia, perlu dibangun cita-cita dan semangat bersama menjadikan Indonesia negara industri yang kuat, setidaknya pada 100 tahun Indonesia merdeka yaitu tahun 2045.

"Perbaikan pelayanan investasi melalui berbagai paket kebijakan harus didukung dengan kebijakan yang memperkuat kepastian investasi jangka panjang," kata mantan menteri perdagangan itu.

Sayangnya, Rachmat Gobel melihat iklim investasi saat ini cenderung hanya menguntungkan investor dan pelaku dunia usaha jangka pendek alias pedagang.

"Perlu kemitraan dari lembaga negara dan pemerintah untuk merevisi atau mengamandemen peraturan dan perundangan agar pro investasi jangka panjang, pro industri," kata Rachmat yang pernah menjabat Wakil Ketua Umum KADIN.

Ia mengajak pemerintah bersama DPR merumuskan UU yang membangun iklim usaha pro industri agar Indonesia tidak tertinggal dan kalah bersaing dalam menghasilkan produk barang maupun jasa.

"Bila iklim investasi hanya menguntungkan investor jangka pendek atau pedagang saja, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan Indonesia keluar dari Kelompok G20," kata dia.

Bahkan lanjut dia, rencana untuk bisa mendorong PDB setara GNI per kapita sebesar 5.600 - 5.930 dolar AS pada 2024 seperti amanah RPJMN 2020-2024 akan sulit tercapai.

Reporter Admin
Editor Widya Victoria