Nasional

Masyarakat Papua Cinta NKRI Ajak Tolak HUT OPM

Oleh: Admin Jumat 29 Nov 2019, 14:22 WIB

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Aksi massa mengatasnamakan Masyarakat Papua Cinta NKRI menolak perayaan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang akan digelar pada Minggu (1/12/2019).

Aksi massa yang dimulai pukul 10.00 WIB ini mengingatkan bentuk ancaman yang membahayakan Negara Kesatuan Repubik Indonesia (NKRI) adalah tindak pidana makar.

"OPM  adalah organisasi yang didirikan pada tahun 1965 untuk mengakhiri pemerintahan Provinsi papua dan papua merdeka yang saat ini disebut sebagai Irian Jaya, bahkan sempat menyatakan untuk memisahkan diri Indonesia," kata
koordinasi aksi, Jefri Tenus saat deklarasi damai di depan gedung Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (29/11/2019).

Jefri menegaskan, OPM tak segan-segan melakukan aksi militer separatis, salah satunya dengan menyandera 1.300 warga dan mengakibatkan seorang anggota brimob tewas. Organisasi Papua Merdeka (OPM). Mereka sebenarnya bukanlah berjuang atas nama Papua.

"Mereka hanyalah segelintir orang yang mengaku Papua, namun sebenarnya sedang dimanfaatkan oleh orang lain atau orang yang berkepentingan asing, dan menuntut pisah dari NKRI," tegasnya.

Oleh karena itu, Jefri mengajak semua pihak untuk bersatu menolak perayaan HUT OPM. Warga Papua, kata dia, hanya cinta dan telah bersumpah setia pada NKRI.

"Kita tetap harus bersatu menjaga tanah air dan tidak takut terhadap siapapun yang hendak mencabik-cabik persatuan bangsa Indonesia. Karena Menjaga Papua adalah Menjaga Indonesia," tegas Jefri.

Berikut isi Deklarasi Damai "Masyarakat Papua Cinta NKRI":

1. Mengajak seluruh elemen masyarakat Papua khususnya, dan umumnya masyarakat Indonesia untuk menolak HUT OPM pada tanggal 1 desember

2. Meminta kepada semua pihak keamanan agar dapat menindak tegas setiap adanya kelompok yang akan merayakan HUT OPM

3. Menolak dengan tegas keberadaan kelompok separatis yang sering menyengsarakan masyarakat dan menghambat pembangunan

4. Mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga negara kesatuan republik Indonesia, NKRI sudah final dan Papua tetap berada di dalam bingkai NKRI.

5. Papua tetap merah putih, Papua NKRI, Papua damai.

Reporter Admin
Editor Widya Victoria