BATAM, AYOJAKARTA.COM -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI tengah meneliti tingkat kerawanan pelaksanaan pemilihan kepala daerah di tiap daerah yang melaksanakan Pilkada Serentak 2020.
''Tahapan penelitian sedang berjalan,'' kata anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (26/11/2019).
Penelitian kerawanan pilkada dilihat dari empat dimensi yaitu apa yang terjadi pada penyelenggara pemilu, partisipasi masyarakat, konteks sosial politik dan keamanan.
Fritz mengatakan, hasil penelitian baru dapat diketahui awal Januari 2020. Penelitian dilakukan di 270 daerah yang melaksanakan Pilkada Serentak 2020 yaitu sembilan provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota.
Bawaslu belum dapat memberikan perkiraan tingkat kerawanan pilkada di Kepri berdasarkan pelaksanaan Pemilu 2019.
''Belum bisa kami sampaikan kira-kira posisinya apakah rawan tinggi, sedang dan rendah,'' kata dia.
Mengenai pelaksanaan Pemilu 2019 di Batam, Fritz menilai masih relatif baik dibandingkan daerah lainnya di Indonesia bagian timur, meski terkendala masalah logistik.
Kala itu, logistik baru tiba di TPS hanya sekitar dua jam sebelum penutupan waktu pemilihan.
''Ada satu provinsi yang logistiknya baru sampai sehari sebelum pemilu,'' ujar Fritz.
Untuk mengantisipasi agar kesalahan logistik tidak berulang di Batam, Bawaslu akan memberikan rekomendasi di setiap tahapan.
''Misalnya kita sekarang sedang merumuskan pencalonan. Bagaimana untuk mengakomodir calon perseorangan, bagaimana penggunaan silon,'' jelas Fritz.
Bawaslu juga terus melakukan pembicaraan dengan KPU mengenai hal yang menjadi kendala dalam menyelenggarakan pemilu.