Nasional

Pesan Panglima TNI untuk 185 Perwira Karier Tenaga Kesehatan yang Baru Dilantik

Oleh: Admin Jumat 15 Nov 2019, 11:59 WIB
Foto: Puspen TNI

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto melantik dan mengambil sumpah 185 Perwira Prajurit Karier (Pa PK) Tenaga Khusus Kesehatan TNI dalam Upacara Prasetia Perwira Tahun 2019 di Lapangan Sapta Marga Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah, Jumat (14/11/2019).

Pada kesempatan itu, Letda Ckm dr. Reyner Sebastian Mulyadi dianugerahi Trisura Jalu Wiratama sebagai lulusan terbaik pria. Sedangkan untuk wanita memperoleh anugerah Trisura Wanodya Wiratama diraih oleh Letda Ckm dr. An’ Umillah Arini Zidna.

Hadi dalam sambutannya mengatakan bahwa pendidikan pertama di Lembah Tidar merupakan Kawah Chandradimuka yang menyiapkan perwira-perwira TNI yang profesional. 

"Tugas-tugas yang menantang dan mulia sudah menunggu para Perwira remaja di berbagai kesatuan di seluruh penjuru tanah air. Saya katakan sebagai tugas yang menantang karena perkembangan strategis dunia, kawasan Asia Tenggara, maupun dalam negeri sangat dinamis,” kata Panglima TNI. 

Menurut Hadi, spektrum ancaman yang dihadapi TNI semakin kompleks dengan sifatnya yang eskalatif, mixed, dan tempo yang cepat, namun durasinya dapat berlangsung cukup lama. 

“Tahun 2018 lalu menjadi contoh nyata bagaimana bentuk ancaman tersebut terjadi. Bencana alam yang bertubi-tubi, bencana kemanusiaan, dan beberapa event besar terjadi berdekatan ataupun bersamaan dengan tuntutan tugas-tugas TNI lainnya,” paparnya. 

“Ancaman semacam itu membutuhkan penanganan yang komprehensif dan respons yang cepat. Dengan demikian dibutuhkan Perwira-Perwira TNI yang adaptif untuk mengawaki satuan-satuan TNI agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik,” sambung mantan kepala Staf Angkatan Udara ini. 

Hadi juga menekankan kepada para perwira kesehatan harus senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, meningkatkan wawasan dan kemampuan, mencermati perkembangan lingkungan dan tantangannya, seraya tetap membina satuan dan anggota secara dekat dan terus menerus. 

“Terapkan kepemimpinan lapangan yang dialogis, interaktif dan komunikatif, dengan senantiasa hadir di tengah-tengah prajurit, guna memperkuat soliditas satuan dan meningkatkan profesionalitasnya,” harapnya.

Hadi menegaskan bahwa para perwira nantinya dituntut untuk dapat bekerja sama dengan seluruh komponen bangsa, karena penanganan secara komprehensif membutuhkan sinergi dan koordinasi yang baik serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif.

“Untuk itu, kode etik Perwira “Budhi Bhakti Wira Utama”, Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, serta Delapan Wajib TNI, harus menjadi karakter yang melekat dalam setiap pelaksanaan tugas di manapun kalian ditugaskan. Ikuti pendidikan dan latihan selanjutnya dengan baik,” tandasnya.

 

Reporter Admin
Editor Widya Victoria