Nasional

Belum Ada Data Resmi Korban dan Kerusakan Dampak Gempa Beruntun Maluku Utara

Oleh: Admin Jumat 15 Nov 2019, 08:44 WIB
Ilustrasi gempa bumi/Antara

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Sampai pagi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara (Malut) belum menerima laporan kerusakan rumah dan infrastruktur maupun korban jiwa akibat gempa bumi magnitudo 7,1 yang melanda sebagian besar wilayah Malut.

"Sejauh ini, belum ada laporan kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa pascagempa berkekuatan 7,1 magnitudo di Malut, tetapi kami terus meng-update informasi terkini," kata Sekretaris BPBD Malut, Ali Yau, kepada Antara di Ternate, Jumat pagi (15/11/2019).

Pihaknya meminta BPBD kabupaten/kota untuk tetap memantau perkembangan terkini  meski sejauh ini belum ada laporan terkait kerusakan maupun korban jiwa.

"Kami tetap mengimbau kepada masyarakat Malut, terutama di pesisir pantai, untuk tetap waspada pascagempa dan jangan panik. Tetap tenang dan tidak terpancing dengan berbagai isu-isu yang disampaikan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab." katanya.

Sementara itu, Pemprov Malut telah menginstruksikan instansi terkait untuk turun ke lapangan untuk mengecek kerusakan dan korban dampak gempa bertubi-tubi di Malut.

Sejumlah warga di pesisir pantai memilih menyelamatkan diri ke daerah ketinggian saat gempa mengguncang Ternate dan kabupaten atau kota lainnya di Malut.

Di Kota Ternate, warga pesisir pantai di Kelurahan Gambesi, Sasa hingga Jambula memilih lari ke hutan maupun tempat di dataran tinggi seperti Kampus  Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Ternate maupun Unkhair karena khawatir tsunami.

Di tempat terpisah, Petugas BMKG Ternate, Hermizal, mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh kabar angin.

"Kami meminta agar warga kembali ke rumahnya masing-masing, karena gempa bumi magnitudo 7,1 telah aman dan peringatan dini tsunami telah berakhir," kata Hermizal.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Antara di lapangan, akvititas warga Ternate tetap berjalan normal di pusat perbelanjaan dan perkantoran maupun sekolah.

Reporter Admin
Editor Aldi Gultom