Nasional

Tahun Depan, 2.000 Unit Kendaraan Listrik Ditargetkan Beroperasi di Jabodetabek

Oleh: Admin Kamis 14 Nov 2019, 17:09 WIB
Kendaraan Listrik/Grid.id

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menargetkan sebanyak 41.000 unit bus listrik digunakan hingga tahun 2024 di wilayah Jakarta dan sekitarnya. 

Strategi untuk kendaraan ramah lingkungan itu pun disiapkan sebagai pengembangan dan penggunaan transportasi umum berbasis listrik. 

Sebagaimana diketahui, kendaraan listrik diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 55/2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan. 

"Karenanya BPTJ sudah membuat road map. Khususnya angkutan umum (kendaraan listrik) yaitu tahun depan diupayakan 2.000 unit kendaraan listrik dapat beroperasi. Sampai tahun 2024 kira-kira 41.000 unit di Jabodetabek," ujar Kepala BPTJ, Bambang Prihartono di kawasan Pecenongan, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2019).

AYO BACA : 1.922 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum Disediakan di Jakarta

Transportasi listrik yang diharapkan menjadi transportasi ramah lingkungan. Untuk menekan polusi udara dan emisi gas rumah kaca perlu menggunakan energi bersih yang tidak turut menyumbang polusi dan emisi tersebut.

"Kalau bicara transportasi yang ramah lingkungan, sebenarnya bukan bicara soal listrik ya. Artinya, mengangkut kapasitas besar, kayak buang gas beracunnya sedikit. Itu juga termasuk ramah lingkungan," kata Bambang. 

Sementara, pergerakan manusia di Jabodetabek tiap tahun peningkatannya cukup signifikan. Pada 2015 pergerakan masyarakat 47,5 juta orang per hari, sementara di 2019 telah mencapai 88 juta orang per hari.

"Apalagi di Jabodetabek pengguna kendaraan bermotornya lebih dari 74 persen. Seharusnya lebih banyak pejalan kaki atau yang menggunakan transportasi publik, kan begitu," pungkasnya.

AYO BACA : Anies Sebut Kendaraan Bebas Emisi Solusi Atasi Polusi Udara Jakarta

Reporter Admin
Editor Lopi Kasim