JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Operasi Sadar-02 yang digelar Satgas TNI Konga XXXIX-A Rapid Deployable Battalion (RDB_ Mission de L’Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en Republique Democratique du Congo (Monusco) berbuah hasil.
Baru-baru ini tim Operasi Sadar-02 menerima penyerahan dua pucuk senjata jenis AK-47, satu pucuk RPG serta satu unit radio komunikasi SSB dari kelompok bersenjata atau Mai-Mai Apa Na Pale.
Demikian dikatakan Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Konga XXXIX-A RDB)Monusco, Kolonel Inf Dwi Sasongko saat menerima tim Operasi Sadar-02 yang dipimpin oleh Kapten Inf Agung Sedayu di Markas Indo RDB, Kalemie, Provinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo, Rabu (6/11/2019).
Operasi Sadar-02 menitikberatkan pada pencarian informasi tentang keberadaan senjata dan perlengkapan vital lainnya milik Batalion Benin yang pernah dirampas oleh kelompok bersenjata.
"Sesuai dengan ketentuan, selanjutnya senjata dan alat komunikasi tersebut diserahkan kembali kepada staf Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration And Resettelement (DDR/RR) untuk proses lanjut,” ujar Dansatgas seperti dimuat dalam siaran pers Puspen TNI kepada redaksi Ayojakarta, Kamis (7/11/2019).
Sementara itu, Mayaya selaku pimpinan Mai-Mai Apa Na Pale mengatakan bahwa tiga pucuk senjata dan alat komunikasi tersebut memang benar berasal dari Batalion Benin dirampas pada tahun 2018 lalu.
“Penyerahan senjata dan alat komunikasi tersebut merupakan niat baik kami untuk mengembalikan kepada pihak MONUSCO yang diterima oleh Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB Monusco,” katanya.
Hingga saat ini, total senjata api yang diterima Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB Monusco dari eks kombatan sebanyak 61 pucuk senjata terdiri dari 52 pucuk AK-47, satu pucuk pistol FN-45, dua pucuk Machine Gun, tiga pucuk RPG, dua pucuk Arquebus, satu pucuk mortir, satu buah granat, ratusan munisi, puluhan senjata tajam, ratusan busur dan ribuan anak panah.