Nasional

Proses Hukum Ambruknya SDN di Pasuruan Tunggu Hasil Labfor

Oleh: Admin Rabu 06 Nov 2019, 12:28 WIB
SDN Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, ambruk/Suara.com

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Pihak kepolisian belum dapat menjelaskan proses hukum ambruknya SDN Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, pada Selasa kemarin (5/11/2019). 

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera menilai proses hukum lanjutan akan ditentukan setelah kepolisian memperoleh hasil uji laboratorium forensik (Labfor).

Menurut Barung, dibutuhkan waktu sekurang-kurangnya dua hari untuk memberoleh hasil uji Labfor tersebut. "Tunggu hasil uji Labfor (terkait proses hukum lanjutan). Dua hari Labfor hasilnya ke luar," ujar Barung, Rabu (6/11/2019).

Barung melanjutkan, jika nantinya hasil Labfor sudah keluar, dan diketahui ada pelanggaran hukum dalam kasus tersebut, maka pihaknya akan langsung memproses dengan memanggil saksi-saksi.Pemeriksaan saksi-saksi akan dilakukan di Mapolresta Pasuruan dengan dibantu jajaran Polda Jatim.

AYO BACA : Atap Sekolah di Pasuruan Ambruk, 2 Orang Meninggal dan 12 Luka

"Pemeriksaan saksi-saksi nanti dilakukan dari Polresta Pasuruan di-backup juga dari Polda Jatim," ucap Barung.

Barung juga belum bisa memastikan pihak mana saja yang akan dipanggil untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus tersebut. Barung mengingatkan, keputusan saksi-saksi yang akan dipanggil, masih harus menunggu hasil uji Labfor. Namun, kata dia, untuk tahap pertama, saksi-saksi yang ada di lokasi kejadian, yang diminta keterangan.

"Nanti itu sabar tunggu hasil Labfor (terkait saksi-saksi yang akan diperiksa). Yang jelas saksi di tempat kejadian perkara dulu (yang diperiksa)," kata Barung.

Bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri Gentong di Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan ambruk pada Selasa (5/11/2019). Ambruknya bangunan sekolah dasar itu pun mengakibatkan 13 orang menjadi korban. Rinciannya dua orang korban meninggal dan sisanya luka-luka. Dua korban tewas terdiri dari satu siswa dan satu guru. Sementara 11 korban luka-luka merupakan siswa sekolah tersebut.

TAGS:
Reporter Admin
Editor Lopi Kasim