Nasional

Peralihan Musim di Oktober, Sudah Terjadi 57 Kali Puting Beliung

Oleh: Admin Selasa 29 Okt 2019, 07:52 WIB
Ilustrasi puting beliung/Antara

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat waspada potensi bahaya bencana saat peralihan musim dari kemarau ke penghujan. Bencana itu bisa berupa banjir, tanah longsor dan puting beliung.

Dalam catatan BNPB, beberapa wilayah mengalami fenomena hidrometeorologi hingga berujung bencana. Bencana ini termasuk bencana mematikan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. 

"Perubahan musim dapat ditandai dengan fenomena angin puting beliung yang bersifat merusak," ujar Kepala Pusat Data, Infromasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo, Senin (28/10/2019).

Pada akhir bulan Oktober ini, sejumlah daerah sudah memasuki hujan, beberapa daerah mengalami musim pancaroba. Sedangkan beberapa daerah lain masih musim kemarau. 

BNPB mencatat perkembangan terkait dengan puting beliung selama Oktober 2019. Ada 57 kali puting beliung menyebabkan 1 orang meninggal dunia, 10 orang luka-luka, 462 mengungsi, 7.425 unit rumah rusak.

AYO BACA : BNPB: Waspadai Potensi Bencana di Musim Pancaroba

Dari jumlah rumah rusak tersebut, sebanyak 200 rusak berat (RB), 898 rusak sedang (RS) dan 6.327 rusak ringan (RR). 

"Sebanyak 37 fasilitas rusak yang mencakup 15 fasilitas pendidikan, 20 peribadatan dan dua kesehatan," jelasnya. 

Prakiraan BMKG, 20 persen wilayah sudah memasuki musim hujan pada Oktober 2019, 47 persen wilayah memasuki musim hujan pada November 2019, dan 23 persen wilayah akan memasuki musim hujan pada bulan Desember 2019. 

BMKG telah memperkirakan curah hujan selama November 2019. Beberapa wilayah dengan curah hujan tinggi hingga sangat tinggi dapat terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan sebagian Sumatera Barat dan sebagian wilayah Papua. 

Untuk sebagian Sumatera lainnya, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku terpantau curah hujan dengan kategori rendah hingga menengah selama November nanti.

TAGS:
Reporter Admin
Editor Aldi Gultom