Nasional

Hari Sumpah Pemuda, Aboe Bakar Ingatkan Tantangan Anak Muda Era Revolusi Industri 4.0

Oleh: Admin Senin 28 Okt 2019, 10:58 WIB
Aboe Bakar Al Habsyi/Dok

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Para generasi muda harus bisa menjawab tantangan sesuai dengan perkembangan zaman. 

Anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Aboe Bakar Al Habsyi pun mengingatkan, tantangan pemuda Indonesia menghadapi era revolusi industri 4.0 tidaklah mudah. 

"Hal ini harus benar-benar dipersiapkan sejak dini, sehingga para pemuda kita akan mampu bertahan di persaingan global," kata legislator asal Kalimatan Selatan ini dalam keterangannya di Jakarta, Senin (28/120/2019). 

Menurut Aboe, setidaknya ada tiga tantangan yang harus dihadapi pemuda Indonsia. Pertama, pemuda Indonesia harus siap dengan era disrupsi, di mana segala sesuatu sudah diatur dengan bantuan sistem otomasi, kecerdasan buatan, maupun konsep internet of things.

Ia memperkirakan akan ada lima juta pekerjaan yang hilang akibat munculnya inovasi di bidang teknologi. 

"Jangan heran jika dalam waktu dekat, saingan terdekat dari para pemuda itu bukan lagi tenaga kerja lulusan universitas ternama, melainkan keberadaan teknologi terapan termutakhir," ujar Aboe. 

Tantangan kedua, lanjut Aboe, adalah bonus demografi yang akan dialami oleh Indonesia mulai tahun 2020. Hal ini ditandai dengan jumlah penduduk usia produktif di rentang 15-64 tahun yang lebih besar dibandingkan dengan penduduk usia non produktif. 

"Artinya, para pemuda ini akan mengalami persaingan yang cukup ketat di dalam negeri. Karena banyak usia produktif yang akan menjadi pesaing mereka sejak tahun depan," terangnya. 

Tantangan ketiga menurut Aboe, yaitu banyaknya generasi muda yang senantiasa penuh dengan ide-ide segar. "Ini artinya, sesama para pemuda akan adu gagasan dalam pengembangan bisnis," Aboe menekankan.  

Munculnya berbagai ide kreatif dan berinovasi ini, kata Aboe, harus terus didorong agar gagasan segar dapat gagasan segar dapat senantiasa lahir dan tumbuh.

Namun dengan hadirnya berbagai tantangan tersebut, ia menekankan, para pemuda harus ingat dan berpegang teguh pada falsafah bangsa Indonesia yaitu Pancasila. 

"Utamanya sila pertama, tentang Ketuhanan Yang Maha Esa.  Apapun yang terjadi, seberat apapun tantangan yang ada, kita harus menyandarkan seluruh usaha yang dilakukan dalam kerangka keimanan," jelas politisi yang akrab disapa Habib tersebut.

Menurut dia, hal ini diperlukan untuk mereduksi tingkat stress ataupun munculnya sikap frustasi. Dengan begitu, daya tahan mereka akan tetap baik meskipun dalam persaingan yang sangat keras.

"Selamat Hari Sumpah Pemuda ke 91, ini adalah peringatan yang merefleksi kesadaran kaum muda Indonesia akan nilai persatuan dan kebangsaan," pungkasnya. 

Reporter Admin
Editor Widya Victoria