Nasional

Kalau Begini Ceritanya, Besok Tak Usah Ada Pemilu

Oleh: Admin Sabtu 26 Okt 2019, 15:25 WIB
Pengamat politik Adi Prayitno/Ayojakarta.com

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Penyusunan Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Joko Widodo cukup membuat banyak pihak terkejut.  

Pengamat politik Adi Prayitno mengatakan, selain kaget, dirinya juga merasa aneh dengan kondisi politik saat ini. Pasalnya, di satu sisi partai politik saling berkompetisi tetapi saat pembentukan kabinet semua berkongsi atas nama kebersamaan.

''Kalau begini ceritanya besok tidak usah ada pemilu. Besok besok kalau begini ceritanya tidak usah ada partai politik. Pemilu dan partai politik cuma satu,'' katanya dalam diskusi bertajuk Kabinet Bikin Kaget di Kawasan Menteng, Sabtu (26/10/2019).

Adi menjelaskan, saat Pilpres 2019, Partai Gerindra bersaing dengan calon petahana yang diusung PDI Perjuangan. Tapi kini malah mendapatkan dua kursi menteri, sementara partai pendukung seperti Hanura tidak mendapat apa-apa. 

''Itu kekagetan yang pertama,'' ucapnya. 

Kedua, tidak ada larangan rangkap jabatan karena ada tiga ketua umum partai politik menjadi menteri dalam Kabinet Indonesia Maju. 

''Karena ini terkait oposisi sudah lemah. Jadi tidak penting-penting amat membahas menteri rangkap jabatan,'' beber Adi.

Selain itu, ada menteri yang dibilang out of the box. Tentu ini menjadi kekagetan banyak orang, misalnya Kementerian Agama adalah jatah Nahdlatul Ulama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah jatah Muhammadiyah. 

''Begitupun dengan portofolio yang lain. Ada menteri yang tidak sesuai dengan background-nya,'' kata Adi.

Jika Kabinet Indonesia Maju disebut hasil rekonsiliasi, dia menganggapnya rekonsiliasi semu. Sebab PAN, PKS dan Demokrat tidak diajak. 

''Kalau takut oposisi ini berbelok, kritik kenapa cuma Gerindra yang diajak. Seakan-akan tukang protes itu cuma Gerindra,'' imbuh Adi yang juga direktur eksekutif Parameter Politik.

Reporter Admin
Editor Wahyu Sabda Kuncahyo