JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA -- Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, langsung dicecar awak media usai serah terima jabatan dari Menhan terdahulu, Ryamizard Ryacudu.
Prabowo ditanya antara lain mengenai kelanjutan kerja sama pembangunan kapal selam dan pesawat tempur KFX/IFX dengan Korea Selatan maupun program prioritasnya. Mantan Danjen Kopassus itu mengatakan, harus mempelajari semua itu terlebih dahulu.
"Saya baru beberapa jam serah terima. Jadi saya terus terang saja saya akan pelajari semua masalah dan bersama-sama dengan Mabes TNI, tiga angkatan, Kementerian Luar Negeri dan Presiden sendiri. Kita mencari solusi yang terbaik," kata Prabowo yang didampingi Ryamizard dalam konferensi pers di lantai 16 Gedung A.H Nasution, Kemhan, Jakarta, Kamis (24/10/2019).
"Saya enggak bisa kasih komentar, saya belum duduk di kantor," imbuhnya, menekankan.
Ketika ditanya lebih lanjut tentang konsep pertahanan dimaksudnya yang diklaim Gerindra sudah disetujui Presiden Jokowi, Prabowo tak mau buka-bukaan.
AYO BACA : Ryamizard Kepada Prabowo: Khilafah Tuh, Dihancurin!
"Jadi saya kira pertahanan tidak boleh terlalu banyak dipublish kan, enggak boleh terlalu banyak di publik. Saya kira begitu," ujarnya.
Prabowo pun meminta maaf tidak bisa menjawab secara eksplisit seluruh pertanyaan dari wartawan.
"Maaf ,saya hargai semua pertanyaan tapi saya mohon, saya baru sampaikan tadi saya baru berapa jam serah terima. Saya belum mempelajari semua masalah. Jadi saya tidak mungkin kasih jawaban yang tepat, perhatian pasti," tegasnya.
"Saya akan pelajari mana yang perlu diperbaiki. Yang baik kita lanjutkan dan yang belum disetujui nanti minta persetujuan," tambahnya.
Serah terima jabatan Menhan berlangsung pukul 14.00 WIB di Kemhan diawali dengan Upacara Jajar Kehormatan.