Nasional

Gerindra Akan Merugi di Pilkada 2020 Jika Masuk Koalisi Pemerintah

Oleh: Admin Senin 21 Okt 2019, 13:09 WIB
Ilustrasi Pilkada Serentak 2020/Tribun

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Partai Gerindra diprediksi bakal merugi di Pilkada Serentak 2020 jika akhirnya memilih bergabung dalam koalisi partai politik pendukung pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin.

''Jelas dirugikan. Basis pemilih Gerindra itu kan antitesis pemilih Jokowi dan pemilih Gerindra tidak satu irisan dengan pemilihnya PDIP. Jadi, secara segmen pemilih grasroot Gerindra dirugikan jika bergabung dengan koalisi pemerintah,'' jelas analis politik Pangi Syarwi Chaniago, Senin (21/10/2019). 

Pangi menilai, Gerindra diuntungkan di Pemilu 2019 karena emosi yang dibawa selama ini adalah antitesis Jokowi. Artinya, Gerindra sukses berperan sebagai oposisi.

''Saya kira dampaknya bisa ke Pilkada 2020, bisa semua calon yang diusung Gerindra berjatuhan di tengah jalan. Jadi, jangan main-main Gerindra kalau tidak bisa mengambil empati, bermain dengan emosi pemilih,'' bebernya.

AYO BACA : Menteri Bidang Hukum Harus Berintegritas Tinggi

Pangi juga menyayangkan jika Gerindra akhirnya bergabung menjadi pendukung pemerintah. Menurutnya, sikap tersebut akan berakibat tidak ada lagi parpol papan atas yang berperan sebagai oposisi. Padahal, oposisi sangat dibutuhkan sebagai penyeimbang.

''Bisa dibayangkan kalau ke depan yang memainkan peran oposisi sebagai penyeimbang itu sudah tidak ada lagi, tak ada lagi vitamin yang mengingatkan pemerintah. Sehingga tidak terpacu untuk berkompetisi karena sudah tidak merasa diawasi,'' jelasnya.

Dia khawatir ketika tidak ada lagi pihak yang memainkan peran sebagai penyeimbang maka demokrasi yang telah dibangun dengan baik selama ini terancam ambruk.

''Jadi sangat merusak tatanan demokrasi yang dibangun selama ini. Saya kira hal ini penting disadari bersama seluruh elemen yang ada,'' pungkas Pangi yang juga direktur eksekutif Voxpol Center Research and Consulting. 

Reporter Admin
Editor Wahyu Sabda Kuncahyo