JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM — Dinamika seputar pertemuan sejumlah tokoh politik dengan Presiden Jokowi tentu mengubah peta koalisi pemerintahan Jokowi di periode kedua.
Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, mengatakan, penambahan anggota atau warna baru dalam koalisi akan terliihat. Khususnya setelah pertemuan antara Jokowi dengan Prabowo Subianto (Ketum Partai Gerindra) dan Jokowi dengan Zulkifli Hasan (Ketum PAN).
"Mungkin ada perubahan-perubahan dalam peta koalisi ke depan," ujar Andreas Hugo dalam diskusi publik bertajuk Teka-Teki Menteri dan Koalisi di D’Consulate, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/10/2019).
Perubahan komposisi itu akan tampak dalam jumlah kabinet. Bisa jadi jatah untuk parpol yang diubah atau porsi untuk kalangan profesional yang dirombak.
Sebagai catatan tambahan, Jokowi sempat mengungkapkan kabinet akan diisi baik oleh kalangan parpol maupun profesional, dengan komposisi 45 persen untuk parpol dan 55 persen untuk profesional.
"Memang ini tentu akan mengubah komposisi dalam jumlah kabinet, apakah yang berkurang porsi untuk parpol atau non parpol. Saya kira dalam dua hari ke depan terjawab. Kalau untuk PDIP, (jumlah menteri) yang terbanyak," jelasnya.
PDIP sendiri masih bersikeras untuk meminta jatah kursi kabinet paling banyak. Tuntutan tersebut amat wajar menurut Andreas karena PDIP mendukung Jokowi sejak ia mencalonkan menjadi Wali Kota Solo.
"Bahkan sejak beliau (Jokowi) di Solo periode pertama. Kedua, di Pilkada DKI, di Pilpres. Konsistensi hubungan antara Jokowi dan PDIP sudah sangat melekat satu sama lain," tuturnya.