JAKARTA, AYOJAKARTA.COM — Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo-Maruf Amin, yang dilantik besok, diharap bisa menghadapi segala tantangan yang lebih berat dalam menjalankan roda pemerintahan.
"Tantangan kepemimpinan Kabinet Kerja II lebih berat. Secara ekonomi ada tantangan berat karena faktor ekonomi global. Secara politik, masih ada residu dan fragmentasi politik pasca-Pilpres," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Muti, Sabtu (19/10/2019).
Karenanya, dia menyarankan pemimpin terpilih lebih merangkul banyak pihak dan membangun komunikasi politik yang lebih intensif dengan semua golongan.
Yang juga sangat penting adalah meningkatkan capaian dalam bidang ekonomi. Presiden perlu melanjutkan program pro rakyat seperti Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, sertifikasi guru, sertifikasi tanah dan lain-lain.
Sebelumnya, Muti menegaskan bahwa Muhammadiyah akan menghormati segala keputusan Presiden Jokowi dalam menyusun kabinet baru.
"Muhammadiyah tidak memiliki referensi di kementerian tertentu karena komposisi menteri di kabinet adalah prerogatif Jokowi,” tegasnya
"Dalam menyusun kabinet, Muhammadiyah percaya bahwa Presiden Joko Widodo akan senantiasa berpegang teguh pada undang-undang, mengedepankan kompetensi, meritokrasi dan loyalitas kepada bangsa dan negara,” imbuh Muti.