Nasional

Menkes: Angka Stunting Turun 3,1 Persen

Oleh: Admin Jumat 18 Okt 2019, 13:23 WIB
Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek/Antara

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek menyatakan bahwa angka stunting atau kekerdilan pada anak mengalami penurunan menjadi 27,67 persen atau turun 3,1 persen dari 30,8 persen.

''Kemenkes punya tugas bagaimana menghitung anak stunting setiap tahun. Dikerjakan oleh BPS dan Litbangkes, dulu Riskesdas 2018 30,8 persen sekarang jadi 27,67 persen,'' jelas Menteri Nila dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (18/10/2019).

Jika dibandingkan dengan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 dengan prevalensi stunting sebesar 37,2 persen, artinya di era pemerintahan Joko Widodo periode pertama Kemenkes berhasil menurunkan angka kekerdilan hingga 10 persen dalam lima tahun.

''Penurunan angka stunting yang cukup signifikan ini berkat koordinasi lintas kementerian lembaga dengan membentuk Tim Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (TP2AK) yang dipimpin oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla,'' kata Menteri Nila. 

Wapres JK menugaskan berbagai kementerian di luar Kemenkes dan juga para pemimpin pemerintah daerah untuk melaksanakan upaya-upaya pencegahan stunting sesuai dengan kewenangannya.

Penelitian prevalensi stunting tahun 2019 dilakukan oleh Badan Pusat Statistik dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan dengan mengintegrasikan Susesnas dan Survei Status Gizi.

Direktur Statistik Kesejahteraan Rakyat BPS Gantjang Amanullah menyebutkan penelitian tersebut mengambil 320 ribu sampel rumah tangga di 514 kabupaten-kota pada 84.796 balita. Penelitian tersebut memiliki Relatif Standar Error 0,52 persen.

Menteri Nila menambahkan, meski angka stunting mencapai 27,67 persen, masih harus tetap ditekan sesuai standar maksimal yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni di bawah 20 persen

Reporter Admin
Editor Wahyu Sabda Kuncahyo