Nasional

Ganjar Pranowo: Semua Aspek Perlu Diperbaharui Hadapi Bonus Demografi

Oleh: Admin Rabu 16 Okt 2019, 19:58 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, usai menghadiri diskusi publik bertajuk

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Ketersediaan sumber daya manusia di usia produktif yang melimpah dan diimbangi dengan peningkatan kualitas dari sisi pendidikan dan keterampilan harus dimaksimalkan agar Indonesia dapat meraih manfaat maksimal dari bonus demografi.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan strategi pengembangan keterampilan dan ketenagakerjaan menjadi aspek kualitas tertinggi dalam pembangunan pengelolaan sumber daya manusia. 

''Saya kira yang dilakukan pertama adalah roadmap menuju itu. Distribusi yang baik dalam seluruh sektor yang ada,'' ujarnya usai menghadiri diskusi publik bertajuk "Mimpi Tokoh Muda untuk Indonesia 2045'' di Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Menurut Ganjar, penguatan pengelolaan sumber daya manusia berada pada seluruh inovasi dan kreasi yang dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan, tentunya dengan regulasi yang kompetibel. 

''Politik energi diubah menuju yang renewable. Politik pangan sekarang mesti dipenuhi jauh lebih cepat sehingga teknologi mesti didorong,'' terangnya. 

Dikatakan Ganjar, kekuatan luar biasa dari penduduk yang butuh banyak ruang perlu memperbaharui semua aspek. Kemudian, bisa merespons tantangan dunia. 

''Masyarakat pun harus menyiapkan pola pikir itu secara sistematik untuk merubah,'' ucapnya.

Inovasi dalam sektor pendidikan, lanjut Ganjar, juga sangat penting. Terutama bagi siswa sekolah tingkat kejuruan yang bisa diterapkan di dunia industri. Sehingga kualitas pengelolaan pembangunan sumber daya manusia meningkat. 

''Ada lulusan SMK yang menganggur, karena kita tidak bisa meng-upgrade untuk merespons persoalan yang ada di industri. Industrinya yang berkembang 4.0,'' cetusnya. 

Ganjar menambahkan, menuju bonus demografi 2045 persaingan bakal semakin ketat. Jika tak membuat perubahan besar untuk menangkap kondisi tersebut maka Indonesia akan tertinggal. 

''Maaf, dengan segala hormat, anak SMK-nya pakai mobil praktiknya gunakan karburator. Sementara mobil yang sudah ada itu injeksi bahkan sekarang sudah masuk mobil listrik. Semua orang omong mobil listrik, tapi lupa menyediakan insfrastruktur charger-nya ada di mana,'' pungkasnya.

Reporter Admin
Editor Lopi Kasim