JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Berdasarkan citra satelit modis-catalog Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), dalam waktu 24 jam terakhir, sebanyak 727 titik panas atau hotspot terpantau di wilayah Sumatera Selatan.
Titik panas terbanyak terdapat di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan 354 titik. Titik panas juga teridentifikasi di beberapa kabupaten, seperti Banyuasin sebanyak 188 titik, Musi Banyuasin 90 titik, Muara Enim 26 titik dan Ogan Ilir 17 titik. Dilihat arah angin pada citra satelit Himawari, asap Karhutla mengarah umumnya dari tenggara ke barat laut.
Berdasakan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (15/10/2019) pukul 16.00 WIB. Kualitas udara di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih menunjukkan sangat tidak sehat atau pada angka 194.
''Kualitas tersebut dilihat dari indikator Particulate Matter (PM) 2,5,'' ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo, melalui keterangan tertulis, Selasa (15/10/2019).
AYO BACA : BMKG: Titik Panas Meningkat, Potensi Penyebaran Asap Masih Tinggi
Sementara dari informasi BPBD Provinsi Sumsel, asap terpantau berkurang dibandingkan sehari sebelumnya. Namun demikian aktivitas kegiatan belajar mengajar masih diliburkan hingga hari ini.
Berdasarkan citra satelit, asap terdeteksi di wilayah Sumatera, seperti di Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Barat, Sumsel dan Lampung.
''Sebaran asap tidak sampai menimbulkan transboundary haze atau asap yang melewati batas negara,'' kata Agus.
Hingga kini, penanganan Karhutla masih terus diupayakan oleh pos komando penanganan darurat bencana asap wilayah Sumsel. Pemadaman darat dilakukan dengan dukungan pengeboman air dari udara. Personel gabungan yang disiagakan di Sumsel mencapai 8.679 personel dan 7 heli water-bombing dan 2 untuk patroli.
AYO BACA : Kabut Asap Ekstrem di Jambi, Seluruh SD-SMP Kembali Libur