JAKARTA SELATAN, AYOJAKARTA.COM -- Aksi tabur bunga yang digelar Solidaritas Emak-emak di halaman Polda Metro Jaya merupakan bentuk kegelisahan melihat aksi represif aparat kepolisian terhadap massa demonstran di depan DPR RI beberapa waktu lalu.
Kokom Komalawati (40), ibu rumah tangga asal Tangerang mengaku tertarik ikut aksi tersebut setelah mengetahui dari media sosial.
"Ya, sebetulnya ini lebih ke gerakan perempuan tapi karena dari awal tanggal 29 September itu murni ibu-ibu semua ada yang berlatar belakang guru, kami menamakannya emak-emak Indonesia bersuara," ujarnya, Minggu (13/10/2019).
Kokom menilai, aksi kedua kali ini lebih baik dibandingkan aksi pertama, lantaran lebih banyak dipublikasi di media sosial dan menjadi inspirasi bagi banyak ibu-ibu di daerah lain, salah satunya di Bandung
"Kami yang kedua ini banyak respons dari mahasiswa (untuk mendorong) yang memang mereka mau terlibat," kata dia.
AYO BACA : Aksi Tabur Bunga di Depan PMJ, Emak-Emak: Pak Polisi, Anak Saya Susuin Kamu Gebukin, Haram Jaddah!
Emak-emak tersebut meminta pihak kepolisian bertanggung jawab dan mengusut tuntas pelaku kekerasan kepada pengunjuk rasa.
Mereka menuntut Presiden Joko Widodo dan Kapolri, Tito Karnavian membebaskan mahasiswa dan pelajar yang masih ditahan. Lalu, menuntut Polda Metro Jaya membuka data-data mahasiswa dan pelajar yang tertahan.
Kemudian, meminta aparat keamanan menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap demonstran, baik mahasiwa, pelajar dan seluruh rakyat yang menyuarakan hak-hak demokrasi.
Selanjutnyam meminta Kemenristekdikti, KPAI serta Dinas Pendidikan menghentikan ancaman dropout atau pencopotan Kartu Jakarta Pintar (KJP). Terakhir, Mmenghentikan kriminalisasi terhadap pejuang demokrasi.