JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Penusukan yang dialami Menteri Koordinator Politik Hukum dan Kemanan (Menko Polhukam) RI, Wiranto di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten, siang tadi (Kamis, 10/10/2019), bukanlah kasus biasa.
Begitu pandangan anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin dalam keterangan tertulisnya yang diterima Ayojakarta, sesaat lalu.
"Ini bukan kasus biasa, namun sesuatu yang serius,” ujarnya.
TB, yang pernah maju Pilkada Jabar 2018 ini menilai, saat ini situasi keamanan di Indonesia tak dapat diprediksi. Eskalasi ancaman teror terhadap pejabat negara semakin besar.
"Sekarang zamannya sudah bergeser, teroris tidak lagi menggunakan bom atau senjata api tetapi mulai menggunakan senjata tajam yang pada umumnya bebas dibawa kemanapun," jelas dia.
Berkaca pada insiden tersebut, TB meminta aparat terkait lebih meningkatkan keamanan dan pengawalan terhadap pejabat negara. Menurut dia, perlu adanya upaya keamanan komprehensif agar situasi di dalam negeri semakin kondusif.
Sebab, keamanan yang memburuk akan mempengaruhi tidak hanya rasa nyaman di masyarakat , tapi juga kemajuan ekonomi.
Meski begitu, Sekretaris Militer Presiden ke-4 RI ini mengapresiasi gerak cepat pihak kepolisian yang langsung bisa menangkap pelaku dalam waktu singkat. Namun, TB yang mantan wakil ketua Komisi I DPR meminta agar pihak kepolisian tidak buru-buru mengklaim bahwa pelaku terpapar ISIS.
"Pelaku jangan langsung disebut anggota jaringan ISIS, tetapi tetap harus diselidiki secara mendalam. Motifnya apa, jaringannya ke mana dan yang terpenting pelaku melakukan penusukan atas perintah siapa dan dengan siapa. Jangan ujug-ujug menyebut jaringan ISIS sebelum dilakukan penyidikan secara mendalam," tandasnya.