JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Pendaftaran Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Mandiri tahap awal akan dibuka mulai November 2019 mendatang. Sebanyak 63 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) mendapatkan kuota PPG prajabatan mandiri. Sementara kuota yang disiapkan berjumlah 12.225 kursi.
Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia, Muhammad Ramli Rahi menegaskan seluruh proses PPG Prajabatan harus betul-betul mandiri dan tak boleh mendapatkan anggaran dari pemerintah. Mengingat kewajiban pemerintah soal guru belum ditunaikan hingga saat ini.
''Mengganti guru pensiun jauh lebih prioritas dibanding membiaya guru prajabatan,'' ujar Muhammad Ramli, melalui pesan tertulisnya, Selasa (8/10/2019).
AYO BACA : Para Guru Besar Kirim Surat ke Jokowi dan Ketua DPR Tolak Revisi UU KPK yang Terburu-buru
Diketahui, pada tahun 2019 ada sebanyak 62.759 guru yang pensiun, tahun 2020 ada 72.976 pensiun, tahun 2021 guru pensiun mencapai 69.757 dan tahun 2022 ada 86.650 pensiun, tahun 2023 ada 83.841 dan tahun 2024 guru pensiun mencapai 78.420 guru.
''Ini belum termasuk kekurangan guru yang hingga tahun ini tak ada tanda-tanda penyelesaian,'' terangnya.
Pihaknya, kata Muhammad Ramli, berharap pemerintah tak membuang anggaran untuk membiaya PPG dan mengabaikan kekurangan guru.
Untuk diketahui, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) membuka seleksi PPG Prajabatan Mandiri yang digelar secara nasional bulan depan. Untuk angkatan pertama, kuota PPG Prajabatan Mandiri yang terbuka bagi lulusan sarjana pendidikan maupun nonpendidikan.
AYO BACA : ingkatkan Kualitas Guru, Adkesra Jakbar Gelar Pelatihan Karya Tulis Ilmiah