Nasional

Korban Gempa di Maluku Masih Butuh Layanan Kesehatan yang Optimal

Oleh: Admin Senin 07 Okt 2019, 09:58 WIB
Ilustrasi - korban gempa Maluku/Antara Foto

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Sektor kesehatan menjadi prioritas dalam penanganan darurat pascagempa untuk saudara-saudara kita di Maluku. 

Namun, sebaran korban yang bertahan hidup (penyintas) tidak terfokus pada kelompok-kelompok besar. Hal ini yang menyulitkan tenaga personel kesehatan dalam memberikan pelayanan medis. 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, mengatakan, kebutuhan personel kesehatan seperti dokter umum, bidan dan perawat, apoteker dan tenaga psikososial, masih cukup tinggi di lokasi-lokasi bencana.

"Penanganan darurat di sektor kesehatan tidak hanya memberikan pelayanan medis tetapi juga memastikan gizi terpenuhi pada kelompok rentan, kesehatan reproduksi, distribusi obat dan pencegahan serta pengendalian penyakit," jelas Agus melalui pesan tertulis, Senin (7/10/2019).

Di sisi lain, penanganan juga dilakukan di sektor lintas seperti pendidikan, penanganan dan perlindungan penyintas, ekonomi, sarana dan prasarana serta logistik.  

Setelah massa tanggap darurat di perpanjang hingga 9 Oktober, BNPB masih terus memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah setempat dan memastikan pelayanan kepada warga terdampak dilakukan dengan baik. 

"Beberapa tantangan masih dihadapi oleh personel yang bertugas di masing-masing kabupaten dan kota," ungkapnya. 

Reporter Admin
Editor Aldi Gultom