Nasional

Mendikbud: Sekitar 50 Orang Nyamar Jadi Pelajar di Kerusuhan Kemarin

Oleh: Admin Selasa 01 Okt 2019, 11:24 WIB
Massa yang sebagian besar terdiri dari pelajar dipukul mundur oleh aparat kepolisian di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin sore (30/9/2019)/Ayojakarta.com

JAKARTA TIMUR, AYOJAKARTA.COM -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, mendapatkan informasi bahwa ada penyusup berseragam sekolah yang membuat kericuhan pada unjuk rasa di kawasan DPR kemarin.

"Kami dapat laporan dari pihak kepolisian. Ada sekitar 50 pendemo mengenakan celana sekolah, padahal mereka bukan siswa," ujar Mendikbud usai peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (1/10/2019).

Mendikbud menduga ada lebih banyak lagi perusuh yang menyamar sebagai pelajar. Namun dia mengaku belum mendapatkan laporan lebih lanjut.

Muhadjir juga menegaskan bahwa pihaknya melarang pelajar untuk terlibat dalam unjuk rasa. Imbauan tersebut disampaikan melalui video dan juga Surat Edaran No 9/2019 tentang pencegahan siswa ikut dalam aksi unjuk rasa.

"Anak-anak ini statusnya berdasarkan Undang-undang masih dilindungi dan mereka bukan subjek yang diperbolehkan melakukan unjuk rasa yang sebagaimana mereka yang sudah memasuki usia dewasa," terangnya.

Mendikbud pun mengimbau pemerintah daerah, sekolah dan orang tua murid untuk bahu-membahu melindungi anak-anak.

"Kalau anaknya tidak masuk sekolah, sekolah wajib klarifikasi ke orang tua, di mana posisi anaknya. Kemudian di luar sekolah, guru masih tetap tanggung jawab sampai memastikan anaknya kembali ke orang tuanya dengan selamat. Ini seluruh pejabat saya imbau untuk kerja sama untuk memastikan anak-anak tidak berada di lingkungan yang membahayakan," tutur Muhadjir.

 

Reporter Admin
Editor Aldi Gultom