Nasional

Aboe Bakar: Eksodus dari Wamena Stop Jika Negara Jamin Keamanan

Oleh: Admin Minggu 29 Sep 2019, 14:20 WIB
Aboe Bakar Al Habsyi/Dok PKS

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Jumlah korban tewas dalam demo anarkis 23 September lalu di kota Wamena, Jayawijaya, Papua, terus bertambah.

Dari sebelumnya 23 korban, info terakhir mencapai 33 orang. Satu jenazah baru diketahui belum terdata setelah tiba di Jayapura dan dimasukan ke dalam data korban kerusuhan Wamena.

Anggota Komisi III DPR, Aboe Bakar Al Habsy meminta pemerintah mengatensi kerusuhan Wamena dengan baik.

"Kabar yang beredar sudah ada 32 orang tewas, dan 5.500 orang mengungsi. Bahkan saya mendengar ada 10 ribuan orang mendaftar ke Pos AU Wamena untuk diterbangkan ke luar Wamena, tentu ini persoalan serius," ujar Aboe dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (29/9/2019).

Lanud Silas Papare mencatat per Sabtu kemarin (28/9/2019), terdata sebanyak 1.368 pengungsi dievakuasi dari Wamena yang kini berada Jayapura, Papua.

Selain tinggal di Mess Lanud Silas Papare dan Batalyon 751 Reider, ada juga pengungsi yang dijemput keluarganya begitu pesawat mendarat.

Aboe meminta dilakukan mitigasi supaya tidak menambah jumlah korban. Ia menegaskan, negara perlu hadir memberikan jaminan keamanan untuk masyarakat.

"Eksodus tersebut mungkin terjadi karena warga terpengaruh isu-isu kerusuhan sehingga mereka lebih memilih untuk meninggalkan Wamena untuk ke tempat yang lebih aman," tengarainya.

Eksodus ini menurut dia, hanya akan berhenti jika mereka diberikan jaminan keamanan secara nyata. Sebab itulah dituntut aksi cepat dari pemerintah mengingat ekskalasi di lapangan cukup tinggi. Selain itu perlu melibatkan lintas sektor.

"BIN perlu bekerja untuk memetakan masalah, memberikan rekomendasi solusi dan langkah tindak lanjut. TNI dan Polri perlu menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban untuk memberikan rasa nyaman untuk masyarakat," jelasnya.

Demikian pula Kementerian Dalam Negeri, lanjut Aboe, perlu melibatkan pemerintah daerah untuk melakukan cipta kondisi agar situasi segera reda.

"Tentunya, itu semua harus didukung oleh kementerian Polhukam. Karena kementerian ini adalah leading sektor yang menggerakkan seluruh lini keamanan," terang politisi yang akrab disapa Habib tersebut.

TAGS:
Reporter Admin
Editor Widya Victoria