Nasional

Mahasiswa Korban Demo Ricuh Berjatuhan, Stop Cara Represif!

Oleh: Admin Jumat 27 Sep 2019, 17:36 WIB
Dokumentasi unjuk rasa mahasiswa di depan DPR, Selasa (24/9/2019)/Ayojakarta.com

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Kematian dua mahasiswa Universitas Halu Oleo di Kendari, yakni Randi (21) dan Yusuf (19) yang ikut demo menolak RKHUP dan UU KPK di depan DPRD Sulawesi Tenggara, Kamis (26/9/2019), telah menyisakan duka mendalam, terutama bagi keluarga dan orang-orang terdekat korban. 

"Belasungkawa sedalam-dalamnya untuk dua mahasiswa Universitas Halu Oleo di Kendari, yakni Randi (21) dan Yusuf (19) yang tewas saat melakukan aksi unjuk rasa di Kendari," kata Pengurus DPP Partai Golkar Bidang Pendidikan dan Intelektual, Khalid Zabidi kepada Ayojakarta, Jumat (27/9/2019). 

Alid, begitu mantan aktivis 98 ini disapa, berharap tidak ada korban jiwa maupun luka dalam aksi-aksi unjuk rasa gerakan mahasiswa ke depan. Ia menyesalkan tindak kekerasan aparat yang represif di luar batas kewajaran dalam menangani demonstrasi mahasiswa. Selain korban jiwa, ada ratusan lainnya seantero nusantara yang terluka akibat tindakan represif aparat. 

Ia meminta pemerintah harus segera menghentikan cara-cara represif menggunakan kekerasan dalam menghadapi gelombang aksi gerakan mahasiswa 2019. "Kedepankan pendekatan dialogis yang damai berdasarkan argumen obyektif," tegasnya. 

Pemerintah, masih kata dia, harus tegas mencari dan menghukum aparatnya yang terbukti telah melakukan kekerasan kepada mahasiswa. Penegakan hukum seadil-adilnya ini penting agar tidak memicu gelombang ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah.

"Pemerintah juga harus menjamin keamanan, kebebasan dan keterbukaan bagi upaya penyampaian pendapat di muka umum berupa aksi unjuk rasa gerakan mahasiswa untuk menunjukkan pemerintah masih konsisten dan memegang komitmen dalam menegakkan demokrasi sesuai amanat UU," pungkasnya. 

 

Reporter Admin
Editor Widya Victoria