JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Jumlah mahasiswa yang tewas akibat bentrokan dengan kepolisian di Kendari kemarin, bertambah satu orang.
Setelah Immawan Randi, mahasiswa semester 7 Fakultas Perikanan Universitas Halu Oleo Kendari, pagi ini satu mahasiswa yang tadinya kritis atas nama Muhammad Yusuf Kardawi, juga menghembuskan napas terakhirnya.
Dari berbagai pemberitaan diketahui bahwa Yusuf Kardawi tercatat sebagai mahasiswa jurusan D3 Teknik Sipil, Fakultas Teknik, satu universitas dengan Randi.
Yusuf Kardawi menghembuskan nafas terakhir pada pukul 04.05 Wita di RS. Bahteramas. Yusuf sempat kritis akibat luka bocor pada bagian kepala akibat dipukuli aparat, sehingga harus menjalani operasi dan mengalami koma.
Tragedi kematian dua mahasiswa itu mendapat respons duka dari parlemen di Senayan, Jakarta. Sidang Paripurna MPR RI akhir Masa Jabatan 2014-2019 yang dimulai pukul 09.45 WIB, dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan mengheningkan cipta.
AYO BACA : Unjuk Rasa di Kendari, Satu Mahasiswa Tewas dengan Luka Tembak
Diberitakan Antara, Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, membuka sidang dengan menyampaikan dukacita atas jatuhnya korban jiwa dalam kericuhan demonstrasi mahasiswa di Kendari, Sulawesi Tenggara, kemarin.
"Menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Yusuf Qardawi, Mahasiswa Fakultas Hukum Halu Oleo Kendari. Bangsa ini berdukacita, tentu kita berharap tidak terjadi yang lain," ujar Zulkifli Hasan.
Ia mengaku mengapresiasi mahasiswa yang menyampaikan aspirasi. Namun MPR juga tidak ingin ada pihak yang melakukan kekerasan. Menurut dia, pemerintah telah mengabulkan semua tuntutan mahasiswa.
Rapat paripurna tersebut dihadiri 285 orang dari total 692 orang anggota MPR yang seharusnya hadir.