Nasional

Dandhy dan Ananda Ditangkap Polda Metro Jaya, Para Influencer Mengecam

Oleh: Admin Jumat 27 Sep 2019, 09:14 WIB

JAKARTA SELATAN, AYOJAKARTA.COM -- Kecaman datang dari para influencer politik di jagat Twitter merepons penangkapan aparat Polda Metro Jaya terhadap dua tokoh muda pengkritik pemerintah, Dandhy Dwi Laksono dan Ananda Badudu.

Tokoh Nahdlatul Ulama, Ulil Abshar-Abdalla (@ulil), menyatakan, Indonesia sedang mengidap sedikit dari "Sindrom Sisi" di Mesir. Gara-gara kekhawatiran terhadap HTI, FPI, salafi, dan banyak lagi, membuat banyak orang mau "memaafkan" penguasa yang mau membunuh demokrasi. 

"Dan menganggap langkah-langkah represif sebagai "necessary step" untuk melawan radikalisme agama," tweet Ulil yang juga dikenal tokoh Islam liberal.

Kecaman juga datang dari fungsionaris Partai Demokrat yang sangat aktif di Twitter, Rachland Nashidik (@RachlanNashidik). Menurut dia, ada begitu banyak tokoh masyarakat di sebelah Jokowi. Banyak di antaranya yang ia kenal baik. Tapi ia heran, mengapa tak satupun dari mereka yang mengingatkan sang presiden untuk tidak represif terhadap pengkritik pemerintah.

"Tak satupun dari mereka membisiki, mengingatkan @jokowi agar pemerintahnya tak menangkap warga cuma karena mengekspresikan hak atas kebebasan sipil dan politik?" ungkap Rachland.

Politikus muda juru bicara Partai Gerindra, Dahnil A Simanjuntak (@Dahnilanzar), berkomentar lebih tajam. Menurut dia, Dandhy dan Ananda Badudu bekerja menyampaikan fakta kepada publik demi kemanusiaan dan demokrasi Pancasila. Mereka malah ditangkap. 

"Ini tinggal nunggu giliran Anda, saya dan kita semua yang bersuara. Sementara yang menebar hoax dan fitnah sepreti Deni Siregar dan lain-lain bebas beraksi, tanpa halangan," tulis Dahnil.

Denny Siregar yang dimaksud Dahnil adalah pendukung pemerintah yang juga dikenal netizen sebagai buzzer pro pemerintah. Denny sedang ramai dibicarakan karena diduga sebagai orang pertama yang menyebarkan hoaks ambulans DKI Jakarta bawa batu dan bensin untuk menyuplai perusuh di kawasan Jalan Gatot Subroto. Hoaks itu sempat disebarluaskan Polda Metro Jaya sebelum akhirnya pihak Polda mengakui kesalahannya.

Yang lebih menarik adalah kecaman dari politikus muda PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko (@budimandjatmiko). Budiman adalah politikus pro pemerintah yang kerap tidak setuju dengan pandangan Dandhy. Bahkan ia dan Dandhy sempat "bertarung" dalam debat terbuka mengenai isu referendum Papua pada Sabtu lalu. 

"Sangat sedikit orang yang cerewet di twitter yang berani mempertanggungjawabkannya dalam debat. Dandhy Laksono adalah salah seorang yang sedikit itu, berdebat tatap muka dengan pinsip (opini-opininya meskipun kerap berbeda dengan saya) dan harga diri. Saya menolak penangkapannya," tegas Budiman. 

Bahkan Budiman sempat mendatangi kantor Polda Metro Jaya tak lama setelah mendengar penangkapan Dandhy. Budiman berusaha menggunakan pengaruhnya sebagai anggota DPR RI agar Dandhy tidak sampai ditahan oleh kepolisian.

Reporter Admin
Editor Aldi Gultom