Nasional

Polri Minta Mahasiswa Tewas di Kendari Jangan Diframing Ditembak Peluru Tajam

Oleh: Admin Kamis 26 Sep 2019, 21:12 WIB
Ilustrasi/rumaysho.com

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi untuk mengetahui dengan pasti penyebab tewasnya mahasiswa di tengah aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Sulawesi Tenggara, di Kendari, Kamis (26/9/2019).

''Masih proses autopsi untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab utama kematiannya,'' ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri. 

Mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Halu Oleo, asal Desa Lakarinta, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, bernama Randi (21) disebutnya saat unjuk rasa terjatuh kemudian dievakuasi teman-temannya ke Rumah Sakit TNI AD dr Ismoyo pada pukul 16.18 WITA, tetapi tidak terselamatkan.

AYO BACA : Unjuk Rasa di Kendari, Satu Mahasiswa Tewas dengan Luka Tembak

Kemudian jenazah mahasiswa tersebut dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari untuk dilakukan autopsi.

''Jadi belum dapat disimpulkan apa yang menjadi penyebab kematian. Jangan diframing peluru tajam. Kalau peluru tajam akan didalami,'' ujar Dedi Prasetyo.

Selain Randi, tiga mahasiswa lainnya yang belum diketahui identitasnya juga ikut mendapat kekerasan hingga luka parah. Satu mahasiswa yang kondisinya parah dirujuk ke Rumah Sakit Bahteramas. Sementara dua orang lainnya masih di rawat di Rumah Sakit Korem.

 

Reporter Admin
Editor Lopi Kasim