JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Jumlah korban tewas akibat kerusuhan yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, bertambah menjadi 30 orang. Data sebelumnya dilaporkan sebanyak 26 orang.
Mewakili pemerintah, Gubernur Papua Lukas Enembe menyampaikan turut berduka cita.
"Data terakhir ada 30 jenazah dan sebagian besar sudah dikirim ke Jayapura," kata Lukas di Wamena, Rabu (25/9/2019).
Lukas mengatakan, aksi anarkis itu terjadi tiba-tiba tanpa diketahui sumbernya. "Kejadian tiba-tiba dan memaksa siswa-siswa oleh kelompok yang kami tidak tahu dari mana, tetapi mereka memaksa anak-anak sekolah yang masih ulangan untuk melakukan aksi kriminal," katanya.
Ia mengatakan, kelompok provokator membakar beberapa siswa yang menolak untuk bergabung dan melakukan aksi kriminal.
Kapolres Jayawijaya AKBP Tonny Ananda Swadaya mengatakan tidak ada mayat pada penyisiran hari ke tiga. "Sementara kita pendalaman jadi saya belum publikasi. Nanti setelah jelas arahnya, siapa aktornya baru kita publikasi. Yang diamankan sementara tujuh orang," katanya.