Nasional

Waspada, Jarak Pandang Hanya 3 Kilometer Akibat Kabut Asap

Oleh: Admin Sabtu 21 Sep 2019, 18:32 WIB
Ilustrasi kabut asap/Antara

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau Padang Pariaman menyatakan jarak pandang di Sumatera Barat saat ini hanya sekitar tiga kilometer akibat kabut asap.
 
Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau Yudha Nugraha mengatakan, berdasarkan pantauan satelit Terra, Aquam, SNPP dan NOAA20, terdapat 697 titik di seluruh Sumatera dengan level confidence tinggi.
 
''Sumbar memang terkena sebaran kabut asap dampak dari kebakaran lahan di Sumatera,'' ujarnya.
 
Yudha menjelaskan, pantauan BMKG, di Sumbar sendiri juga terdapat delapan titik api yakni empat titik di Kabupaten Pesisir Selatan dan empat titik di Kabupaten Dharmasraya. Sementara arah angin di Sumbar dan Kalimantan pada umumnya cenderung dari tenggara sampai selatan ke barat laut sampai timur laut.

AYO BACA : 3.394 Orang di Kalteng Menderita ISPA Akibat Kabut Asap

''Sampai saat ini asap terdeteksi di Wilayah Riau, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Semenanjung Malaysia, Serawak Malaysia dan Singapura,'' paparnya.
 
BMKG juga mendeteksi arah sebaran asap dari wilayah Riau, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan menyebar ke arah barat laut sampai utara.
 
Analisis citra satelit Himawari-8 Rainfall pada 21 September 2019 menunjukkan masih belum terdeteksi potensi hujan di wilayah Sumbar. Sedangkan analisis parameter cuaca potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan atau lahan untuk wilayah Sumbar terdapat di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sijunjung, dan Dharmasraya.
 
''Selain itu, potensi kebakaran hutan hingga tiga hari ke depan perlu diwaspadai terjadi di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pasaman, Agam, Limapuluh Kota, Padang Pariaman, Sijunjung, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Dharmasraya, dan Pesisir Selatan,'' jelas Yudha.
 
Yudha juga mengimbau masyarakat Sumbar, khususnya di sejumlah wilayah yang berpotensi kebakaran lahan agar lebih waspada. Karena hingga saat ini potensi hujan masih belum terdeteksi.

''Jika masyarakat tidak berhati-hati maka akan terjadi kebakaran hutan lagi dan jumlah titik api terus bertambah,'' imbuhnya.

AYO BACA : Kabut Asap Sudah Level Berbahaya, Presiden Harus Gerak Cepat

Reporter Admin
Editor Wahyu Sabda Kuncahyo