JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kabupaten Satuan Tugas Gabungan Siaga Darurat Bencana Asap Sumatera Selatan menambah jumlah anggota.
''Dalam waktu dekat akan ada tambahan 100 anggota untuk membantu penanggulangan karhutla yang kini asapnya mulai mengganggu kesehatan dan berbagai aktivitas masyarakat,'' kata Komandan Satgas Gabungan Kolonel (Arh) Sonny Septiono, Jumat (20/9/2019).
Dia mengatakan, operasi pencegahan dan penanggulangan karhutla yang berlangsung sejak April 2019 melibatkan sebanyak 8.000 personel gabungan TNI/Polri, BPBD, Mangala Agni serta instansi lain.
Anggota satgas gabungan saat ini terus melakukan patroli darat di 90 desa rawan karhutla. Dan melakukan pemadaman serta pembasahan lahan menggunakan helikopter pada lokasi yang sulit dijangkau petugas.
AYO BACA : Kementerian LHK Usut Perusahaan Asing Penyebab Kebakaran Hutan
Selain meningkatkan operasi darat dan udara, satgas gabungan juga berupaya mengambil tindakan tegas kepada siapapun yang terbukti dengan sengaja melakukan pembakaran untuk membuka lahan.
''Siapapun yang tertangkap tangan melakukan pembakaran lahan secara sengaja diperintahkan kepada petugas yang patroli untuk melakukan tindakan tegas. Dan bila perlu ditembak di tempat,'' papar Sonny.
Khusus penegakan hukum, dalam operasi yang berlangsung sejak April 2019 telah diamankan 23 tersangka yang salah satu di antaranya dari pihak perusahaan perkebunan di Kabupaten Musi Banyuasin.
''Diduga secara sengaja melakukan pembakaran untuk membersihkan dan membuka lahan,'' kata Sonny yang juga danrem 044 Garuda Dempo.
AYO BACA : Pelaku Pembakaran Hutan Tidak Cukup Hanya Dihukum Denda