Nasional

Terbesar di Asia, Satelit Internet Indonesia Akan Mengorbit Tahun 2023

Oleh: Admin Kamis 19 Sep 2019, 21:37 WIB
Anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarshah

JAKARTA SELATAN, AYOJAKARTA.COM -- Indonesia segera meluncurkan satelit internet tahun 2023 mendatang. Satelit yang diberi nama ''Satria'' tersebut akan menjadi yang terbesar di Asia dan akan membantu perkembangan ekonomi berbasis digital di Tanah Air. 

''Insya Allah 2023 sudah sudah mulai dan itu satelit diorbitkan akan masa operasinya sekitar 15 tahun,'' ungkap Anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarshah, dalam sesi diskusi Kosgoro Youth Talk, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (19/9/2019). 

Rencananya, satelit tersebut akan mulai dirakit 2019 dan diperkirakan tuntas tahun 2022 dan akan mulai mengorbit sekitar 200 kilometer dari permukaan laut bumi dengan di bawah minus 0 dan masa operasi selama 15 tahun. Satelit tersebut dirancang berkapasitas 150 Gbps melalui teknologi Very High Througput Satellite (HTS).

''Jadi 15 tahun akan ganti. Biayanya Rp 300 triliun dari mulai pengadaan hingga operasional , tapi meng-cover seluruh Indonesia dan satelit ini akan menghubungkan seluruh platform,'' kata Dave.
 
Platform tersebut, kata Dave, salah satunya memberikan kesempatan para generasi muda untuk pengembangan perekonomian yang lebih luas. 

''Dengan itu juga akan memberikan kesempatan untuk generasi muda, memberikan akses untuk kesempatan-kesempatan ekonomi lainnya, apalagi yang sudah dibahas untuk berdagang, berjualan, untuk masyarakat produknya dan lainnya," tuturnya.

Satelit itu juga akan mendukung platform sistem keamanan seperti Korem, Koramil, Polsek, Polres, Polda, serta yang lainnya. Tak hanya itu, platform satelit itu juga nantinya akan mendukung seluruh kantor pemerintahan dari mulai kantor pemerintahan pusat hingga kantor kepala desa. 

''Jadi semua informasi yang kita membutuhkan,big data itu semuanya bisa mengakses, dan sekolah-sekolah seluruh Indonesia dapat mengakses. Jadi dengan itu segala macam informasi untuk kepentingan riset, apalagi untuk kepentingan hukum, pendataan itu dapat bisa diakses,'' tandasnya. 

 

 

TAGS:
Reporter Admin
Editor Lopi Kasim